Stafsus Presiden: Pemuda Harus Berkolaborasi, Bukan Berkompetisi
Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
"Pemuda sekarang itu bukan palugada, apa lu mau gua ada. Kita harus mampu berkolaborasi dan berkoodirnasi," katanya.
Sebagai informasi, dalam acara Gebyar Wawasan Kebangsaan menggunakan tanda pagar (tagar) 'Karya Nyata Garuda Muda'. Adapun narasumber yang hadir selain Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, dan peraih mendali emas Para-Olimpiade 2020 Leani Ratri Oktila.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Muhammadiyah Ajak Generasi Muda Terus Bersatu
Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah pandemi.
Terlebih, 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada tahun itu, Indonesia akan memiliki bonus demografi, di mana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.
Sebagai informasi, dalam acara Gebyar Wawasan Kebangsaan menggunakan tanda pagar (tagar) 'Karya Nyata Garuda Muda'. Adapun narasumber yang hadir selain Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, dan peraih mendali emas Para-Olimpiade 2020 Leani Ratri Oktila.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Muhammadiyah Ajak Generasi Muda Terus Bersatu
Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah pandemi.
Terlebih, 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada tahun itu, Indonesia akan memiliki bonus demografi, di mana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.
(abd)
Lihat Juga :