Politikus PAN Prediksi Ada 3 Paslon di Pilpres 2024
Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:01 WIB
loading...
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus memprediksi ada tiga pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilpres 2024. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus memprediksi ada tiga pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilpres 2024 . Menurut dia, politik identitas muncul karena pilpres hanya diikuti dua paslon.
“Paling tinggi kalau kita prediksi ke depannya paling tidak 3, karena kita tetap mengacu kepada undang-undang yang lama,” kata anggota Komisi II DPR ini dalam diskusi Empat Pilar MPR yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).
Dia mengatakan, pengalaman Pilpres 2014 dan 2019 terlihat bagaimana politik identitas terjadi dan kecenderungannya lebih banyak mudaratnya (efek buruk) daripada manfaatnya. Sehingga, semua pihak perlu meminimalisir bahkan menghilangkan politik identitas itu.
Baca juga: Hilangkan Politik Identitas, Mardani: Saya Dorong Pemilih PKS Pilih Ganjar
“Apakah bisa dihentikan, pasti tidak, karena bagaimanapun kita elemen bangsa dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara ini, ini kita jumlah penduduknya sudah lebih dari 270 juta, dengan beragam etnis dengan beragam ras, latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya,” katanya.
“Bagaimanapun itu akan mempengaruhi nilai-nilai dari orang yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pilpres yang kita lakukan,” sambung mantan anggota DPRD Sumatera Barat ini.
Dia menjelaskan, politik identitas itu tidak begitu nampak dalam pileg, karena jumlah calon legislatif (caleg) yang akan dipilih sangat beragam dari berbagai partai. Sehingga tidak menimbulkan gesekan terhadap pelaksanaan pileg.
“Paling tinggi kalau kita prediksi ke depannya paling tidak 3, karena kita tetap mengacu kepada undang-undang yang lama,” kata anggota Komisi II DPR ini dalam diskusi Empat Pilar MPR yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).
Dia mengatakan, pengalaman Pilpres 2014 dan 2019 terlihat bagaimana politik identitas terjadi dan kecenderungannya lebih banyak mudaratnya (efek buruk) daripada manfaatnya. Sehingga, semua pihak perlu meminimalisir bahkan menghilangkan politik identitas itu.
Baca juga: Hilangkan Politik Identitas, Mardani: Saya Dorong Pemilih PKS Pilih Ganjar
“Apakah bisa dihentikan, pasti tidak, karena bagaimanapun kita elemen bangsa dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara ini, ini kita jumlah penduduknya sudah lebih dari 270 juta, dengan beragam etnis dengan beragam ras, latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya,” katanya.
“Bagaimanapun itu akan mempengaruhi nilai-nilai dari orang yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pilpres yang kita lakukan,” sambung mantan anggota DPRD Sumatera Barat ini.
Dia menjelaskan, politik identitas itu tidak begitu nampak dalam pileg, karena jumlah calon legislatif (caleg) yang akan dipilih sangat beragam dari berbagai partai. Sehingga tidak menimbulkan gesekan terhadap pelaksanaan pileg.
(rca)
Lihat Juga :