Sejarah Pembentukan Menwa sebagai Perwujudan Sishankamrata
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip dari Wikipedia, Rabu (27/10/2021), Resimen Mahasiswa pertama kali dibetuk oleh Jenderal Besar AH Nasution. Pada 13 Juni–14 September 1959, ia mengadakan wajib latih bagi mahasiswa di Jawa Barat. Mahasiswa peserta latihan disiapkan untuk mempertahankan home-front dan bila perlu ikut memanggul senapan ke medan laga. Mereka dididik di Kodam VI Siliwangi dan diberi hak menggenakan lambang Siliwangi.
Pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Presiden RI Soekarno mencetuskan Trikora yang berisi Pantjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat, Gagalkan Negara Boneka di Papua, dan Adakan Mobilisasi Umum. Seluruh rakyat meyambut komando ini dengan gagap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat, termasuk mahasiswa.
Baca juga: Diklat Menwa Berujung Maut, 21 Orang Panitia Diserahkan ke Polisi
Sejak Trikora bergema, maka kewaspadaan nasional makin diperkuat. Kemudian muncullah rencana pendidikan perwira cadangan di Perguruan Tinggi. Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka pihak Univesitas pada 20 Januari 1962 membentuk badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI Siliwangi. Sebagai koordiantor adalah drg R G Surya Sumanti (Rektor UNPAD), Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku wakil Koordinator I, Kusdaminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II, dan Moch Sunaman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.
Pada Februari 1962 diadakan Refreshinng Course selama 10 minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati. Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari kodam VI/SLW.
Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantum pembentukan kader inti. Mahasiswa dan mahasiswi Jabar, khususnya yang berada di Bandung, mengikuti latihan di Bihbul, tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI (sekarang Secaba Dam III/Slw, Bihbul). Satuan-satuan inti dari Yon mahasiswa dari beberapa uiversitas dan akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih–pelatih dari RINSIL.
Baca juga: Prabowo Ingin Dokumen Sishankamrata Abad ke-21 Bisa Jadi UU
Pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Presiden RI Soekarno mencetuskan Trikora yang berisi Pantjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat, Gagalkan Negara Boneka di Papua, dan Adakan Mobilisasi Umum. Seluruh rakyat meyambut komando ini dengan gagap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat, termasuk mahasiswa.
Baca juga: Diklat Menwa Berujung Maut, 21 Orang Panitia Diserahkan ke Polisi
Sejak Trikora bergema, maka kewaspadaan nasional makin diperkuat. Kemudian muncullah rencana pendidikan perwira cadangan di Perguruan Tinggi. Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka pihak Univesitas pada 20 Januari 1962 membentuk badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI Siliwangi. Sebagai koordiantor adalah drg R G Surya Sumanti (Rektor UNPAD), Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku wakil Koordinator I, Kusdaminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II, dan Moch Sunaman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.
Pada Februari 1962 diadakan Refreshinng Course selama 10 minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati. Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari kodam VI/SLW.
Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantum pembentukan kader inti. Mahasiswa dan mahasiswi Jabar, khususnya yang berada di Bandung, mengikuti latihan di Bihbul, tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI (sekarang Secaba Dam III/Slw, Bihbul). Satuan-satuan inti dari Yon mahasiswa dari beberapa uiversitas dan akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih–pelatih dari RINSIL.
Baca juga: Prabowo Ingin Dokumen Sishankamrata Abad ke-21 Bisa Jadi UU
Lihat Juga :