Hasto PDIP Klaim 53 Mahasiswa Tertarik Teliti Perbandingan Kepemimpinan Jokowi dan SBY
Senin, 25 Oktober 2021 - 19:11 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan 53 mahasiswa dari kampus ternama tertari teliti perbandingan kepemimpinan Jokowi dan SBY. Foto/dok.SINDONews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku terkejut atas antusiasme mahasiswa untuk meneliti kepemimpinan era Presiden Jokowi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Ini diketahui dari banyaknya mahasiswa yang mendaftar
“Peminatnya sangat banyak, mencapai 53 orang. Sebagian besar mengambil program S2 dan S3 dari perguruan tinggi ternama. Ada dari Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, UIN Banda Aceh, hingga dari Oslo University, Manila University, Universiti Sains Malaysia. Kajian penelitian antara lain mencakup ilmu pemerintahan, politik, kebijakan publik, kepemimpinan, psikologi, manajemen, kelembagaan organisasi pemerintahan dll," ujar Hasto dalam pernyataan tertulis, Senin (25/10/2021).
Baca juga: SBY Dibandingkan dengan Jokowi, Demokrat: Mari Sibuk Bantu Rakyat, Bukan Klaim Prestasi
Hasto yang merupakan peneliti Pemikiran Geopolitik Sukarno menyebutkan keseluruhan hasil penelitian penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait kepemimpinan nasional.
"Hasil penelitian itu nantinya sangat penting sebagai bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, tanggung jawab dan bagaimana legacy seorang presiden diambil. Apakah kepemimpinan seorang presiden benar-benar untuk bangsa dan negara atau hanya untuk kepentingan popularitas semata," kata Hasto.
“Peminatnya sangat banyak, mencapai 53 orang. Sebagian besar mengambil program S2 dan S3 dari perguruan tinggi ternama. Ada dari Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, UIN Banda Aceh, hingga dari Oslo University, Manila University, Universiti Sains Malaysia. Kajian penelitian antara lain mencakup ilmu pemerintahan, politik, kebijakan publik, kepemimpinan, psikologi, manajemen, kelembagaan organisasi pemerintahan dll," ujar Hasto dalam pernyataan tertulis, Senin (25/10/2021).
Baca juga: SBY Dibandingkan dengan Jokowi, Demokrat: Mari Sibuk Bantu Rakyat, Bukan Klaim Prestasi
Hasto yang merupakan peneliti Pemikiran Geopolitik Sukarno menyebutkan keseluruhan hasil penelitian penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait kepemimpinan nasional.
"Hasil penelitian itu nantinya sangat penting sebagai bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, tanggung jawab dan bagaimana legacy seorang presiden diambil. Apakah kepemimpinan seorang presiden benar-benar untuk bangsa dan negara atau hanya untuk kepentingan popularitas semata," kata Hasto.
Lihat Juga :