Kominfo: Perlu Sistem Monitoring Isu Publik yang Terintegrasi
Minggu, 24 Oktober 2021 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Bimtek dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (21-22/10/2021) secara luring dan daring, yang melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten/Kota Se-Indonesia. Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui Kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo dan Zoom Meeting.
Kegiatan yang dibuka Hasyim Gautama ini menghadirkan narasumber antara lain Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat Najamuddin Amy dan praktisi komunikasi Emilia Bassar. Sedangkan pada hari kedua, hadir akademisi komunikasi Ahmed Kurnia dan praktisi analisis media sosial Ismail Fahmi.
Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Kemkominfo Latih Ribuan UMKM Sektor Pengolahan di 10 Destinasi Prioritas
Najamuddin Amy juga menjelaskan bahwa tujuan monitoring isu ini adalah sebagai fungsi komando dan olah data, yakni untuk mendeteksi dan mengantisipasi secara dini isu yang bergulir di tengah masyarakat. Juga sebagai analisis informasi publik serta kebijakan dan publikasi, di mana memanfaatkan hasil dari trending topik dan analisis sentimen untuk membaca aspirasi atau isu yang sedang berkembang di masyarakat, kemudian menjadikannya sebagai salah satu sumber pijakan dalam penentuan kebijakan.
"Bentuk monitoring isu pemerintah Provinsi NTB ialah dengan memiliki Sistem Komando Terpusat yang secara terus menerus memonitor isu publik sebagai wujud Management Trust," kata Najamuddin.
Sementara itu, Emilia Bassar pada paparannya menambahkan, monitoring isu penting untuk dilakukan karena bisa membantu organisasi menangkap isu lebih awal, membantu organisasi belajar dari kesalahannya, mendorong keragaman pemikiran dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat.
Kegiatan yang dibuka Hasyim Gautama ini menghadirkan narasumber antara lain Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat Najamuddin Amy dan praktisi komunikasi Emilia Bassar. Sedangkan pada hari kedua, hadir akademisi komunikasi Ahmed Kurnia dan praktisi analisis media sosial Ismail Fahmi.
Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Kemkominfo Latih Ribuan UMKM Sektor Pengolahan di 10 Destinasi Prioritas
Najamuddin Amy juga menjelaskan bahwa tujuan monitoring isu ini adalah sebagai fungsi komando dan olah data, yakni untuk mendeteksi dan mengantisipasi secara dini isu yang bergulir di tengah masyarakat. Juga sebagai analisis informasi publik serta kebijakan dan publikasi, di mana memanfaatkan hasil dari trending topik dan analisis sentimen untuk membaca aspirasi atau isu yang sedang berkembang di masyarakat, kemudian menjadikannya sebagai salah satu sumber pijakan dalam penentuan kebijakan.
"Bentuk monitoring isu pemerintah Provinsi NTB ialah dengan memiliki Sistem Komando Terpusat yang secara terus menerus memonitor isu publik sebagai wujud Management Trust," kata Najamuddin.
Sementara itu, Emilia Bassar pada paparannya menambahkan, monitoring isu penting untuk dilakukan karena bisa membantu organisasi menangkap isu lebih awal, membantu organisasi belajar dari kesalahannya, mendorong keragaman pemikiran dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat.
Lihat Juga :