SMRC Sebut Target Golkar Menang Pileg 20% Bukan Hal Mustahil
Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Saidiman menilai, jika Golkar konsisten tetap solid sampai akhir, dan tetap terdepan mengawal program pemerintahan yang populer dan diapresiasi, bukan mustahil angka 20 persen bisa didekati.
Terkait pencapresan, Golkar berpeluang berkoalisi dengan Partai Nasdem dalam Pilpres 2024. Koalisi partai ini besar kemungkinan akan berhadapan dengan koalisi partai yang dipimpin Gerindra dan PDIP.
"Nasdem menjadi lebih mungkin koalisi dengan Golkar. Misalnya Nasdem mendorong orang seperti Ridwan Kamil berpasangan dengan Airlangga, walaupun karakternya sama-sama teknorat," ujar Saidiman.
Lebih lanjut dikatakan dia, Golkar memiliki tradisi mencalonkan kadernya sebagai presiden dan wakil presiden. Satu-satunya pilpres yang tidak melibatkan kader Golkar adalah pilpres 2019.
Ia memprakirakan pada pemilu nanti, Golkar akan kembali memasukkan kadernya sebagai calon presiden, atau calon wakil presiden.
"Saya kira paling potensial ketua umum sendiri Pak Airlangga Hartarto. Tantangannya dari sisi penerimaan publik, tetapi ada temuan mulai ada perkembangan," jelasnya.
Saidiman juga menilai, kekuatan utama Airlangga yakni Menko Perekonomian itu relatif diterima oleh elite. Airlangga tidak memiliki konflik dengan siapa pun dan bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
Terkait pencapresan, Golkar berpeluang berkoalisi dengan Partai Nasdem dalam Pilpres 2024. Koalisi partai ini besar kemungkinan akan berhadapan dengan koalisi partai yang dipimpin Gerindra dan PDIP.
"Nasdem menjadi lebih mungkin koalisi dengan Golkar. Misalnya Nasdem mendorong orang seperti Ridwan Kamil berpasangan dengan Airlangga, walaupun karakternya sama-sama teknorat," ujar Saidiman.
Lebih lanjut dikatakan dia, Golkar memiliki tradisi mencalonkan kadernya sebagai presiden dan wakil presiden. Satu-satunya pilpres yang tidak melibatkan kader Golkar adalah pilpres 2019.
Ia memprakirakan pada pemilu nanti, Golkar akan kembali memasukkan kadernya sebagai calon presiden, atau calon wakil presiden.
"Saya kira paling potensial ketua umum sendiri Pak Airlangga Hartarto. Tantangannya dari sisi penerimaan publik, tetapi ada temuan mulai ada perkembangan," jelasnya.
Saidiman juga menilai, kekuatan utama Airlangga yakni Menko Perekonomian itu relatif diterima oleh elite. Airlangga tidak memiliki konflik dengan siapa pun dan bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
Lihat Juga :