Pilpres 2024 Diprediksi Jadi Pertarungan 3 Paslon

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 11:15 WIB
loading...
Pilpres 2024 Diprediksi...
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, dan Gerindra diprediksi tidak akan berkoalisi pada Pilpres 2024.
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar , dan Gerindra diprediksi tidak akan berkoalisi pada Pilpres 2024 . Ketiga partai politik itu dinilai akan mengusung pasangan calon (paslon) masing-masing.

"Perkiraan itu memang terlihat dari wacana belakangan ini. PDIP sebagai pemenang Pileg 2019 terlihat mempersiapkan Puan Maharani sebagai capres. Golkar mulai ngotot mengusung Airlangga Hartarto . Sementara Gerindra tampaknya sudah sepakat akan mengusung Prabowo Subianto ," ujar Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga, Sabtu (23/10/2021).

Dari ketiga kandidat tersebut, dia menilai hanya Prabowo yang layak diusung menjadi capres bila dilihat dari elektabilitasnya. Sebab, elektabilitas Prabowo cukup tinggi, sementara Puan dan Airlangga sangat rendah.

Baca juga: Rakorda Gerindra Jabar Desak Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

Namun bila dilihat perolehan suara pada Pileg 2019, maka tiga sosok itu memang berpeluang diusung menjadi capres. PDIP bahkan dapat mengusung sendiri pasangan capres dan cawapres.

"Sementara Golkar dan Gerindra cukup berkoalisi dengan satu partai menengah untuk mengusung kadernya manjadi capres," ujarnya.

Dia mengatakan setiap partai yang mengusung kadernya menjadi capres tentu ingin menang. Sehingga, muncul persoalan soal peluang menang bila Puan dan Airlangga dicalonkan menjadi capres.

"Jadi, ada kemungkinan Puan akan dijadikan cawapres berpasangan dengan Prabowo sebagai capres. Kemungkinan ini semakin besar karena ada kedekatan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo," katanya.

Selain itu, kat dia, ada rumor bahwa Megawati Soekarnoputri dan Prabowo akan berkoalisi pada 2024 bila Prabowo mau masuk kabinet Jokowi. Kesepakatan itu akan mengusung Prabowo dan Puan dalam pilpres 2024.

"Kalau rumor itu benar, maka upaya memasangkan Prabowo dan Puan bukanlah spekulasi. Pasangan ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Sementara Airlangga akan terbuka maju bila dapat berpasangan dengan kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi. Kandidat tersebut bisa Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil," paparnya.

Adapun partai lain, dia menilai yang mungkin bisa berkoalisi adalah Demokrat dan PKS. Namun, dua partai itu masih perlu satu partai lagi agar dapat mengusung kandidatnya.

Untuk itu, Demokrat dan PKS bisa berkoalisi dengan PPP atau PAN atau Nasdem. Kalau Demokrat dan PKS dapat menarik satu partai saja untuk berkoalisi, ada kemungkinan kandidat yang mereka usung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasangan itu dinilai akan bersaing ketat dengan pasangan Prabowo dan Puan. "Dua pasangan itu juga akan bersaing ketat bila Airlangga berpasangan dengan Ganjar atau Ridwan Kamil," tuturnya.

"Kalau tiga pasangan itu dapat maju dalam pilpres 2024, tentu masyarakat akan memilih pasangan yang sepadan. Siapa yang menang tentu tergantung dari soliditas partai pengusung dan relawan masing-masing kandidat," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
Rekomendasi
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Pancasakti Run 2026...
Pancasakti Run 2026 Tawarkan Kesempatan Menuju World Marathon Majors 2027
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Berita Terkini
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved