Gempa M 3,9 Guncang Kota Sorong, BMKG: Diakibatkan Aktivitas Sesar Sorong

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:20 WIB
Gempa M 3,9 Guncang Kota Sorong, BMKG: Diakibatkan Aktivitas Sesar Sorong
BMKG melaporkan wilayah Kota Sorong diguncang gempabumi tektonik Sabtu (16/10/2021) pukul 20:13:07 WIT. FOTO/BMKG
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan wilayah Kota Sorong diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (16/10/2021) pukul 20:13:07 WIT. Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M 3,9.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.61 LS dan 131.32 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah Timur Laut Kota Sorong Provinsi Papua Barat pada kedalaman 9 km.

BMKG memastikan gempa diakibatkan oleh aktivitas Sesar Sorong yang melintas di sekitar wilayah Kota Sorong.

Baca juga: Kenapa Gempa Bali M4,8 Pagi Ini Sangat Merusak, Berikut Penjelasan BMKG

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas Sesar Sorong yang melintas di sekitar wilayah Kota Sorong," kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya, Sabtu (16/10/2021).



Sementara itu, guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Kota Sorong dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," kata Cahyo.

Hingga pukul 20:30 WIT, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Baca juga: Tangis Pecah Mengiringi Pemakaman Leonal Adi Putra, Bocah 8 Tahun Korban Gempa Bali

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," kata Cahyo.
(abd)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1311 seconds (10.177#12.26)