Bertemu Tokoh Lintas Agama, Jokowi Jelaskan Alasan Tak Berangkatkan Haji

Selasa, 02 Juni 2020 - 19:21 WIB
loading...
Bertemu Tokoh Lintas...
Presiden Jokowi bertemu sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara hari ini. Pada kesempatan tersebut Jokowi sempat menyinggung alasan tidak adanya pemberangkatan haji tahun ini.
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara hari ini. Pada kesempatan tersebut Jokowi sempat menyinggung alasan tidak adanya pemberangkatan haji tahun ini.

Dia mengatakan sampai saat ini Otoritas Arab Saudi belum memberikan signal apakah akan menyelenggarakan haji tahun ini atau tidak. “Berhubung hal ini membutuhkan persiapan dan waktu untuk itu sudah tidak memadai, maka kita putuskan tidak akan memberangkatkan haji tahun ini,” kata Jokowi yang dikutip dari siaran pers PGI, Selasa (2/6/2020). (Baca juga: Sudah 40 Kali Haji Ditiadakan, Kini Indonesia Batalkan Kirim Jamaah)

Pertemuan tersebut dihadiri olehHelmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mukti (PP Muhammadyah), Muhyiddin Junaidi (MUI), Pdt. Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin) itu.

Lebih lanjut Jokowi juga membahas persiapan untuk membuka kembali beberapa aktivitas perekonomian dan keagamaan. Dimana ada 120 kabupaten/kota yang hingga kini tak ada kasus positif dan kemungkinan bisa diberlakukan normal baru. “Kini kita sedang mempersiapkan masyarakat untuk membuka kembali aktivitas perokonomian dan ibadah secara bertahap. Ada 120 kabupaten kota yang tidak ada kasus sama sekali. Di daerah ini bisa berlangsung kehidupan yang normal," paparnya.

Sementara itu terkait dengan pembukaan sekolah dan pesantren, Jokowi menegaskan belum ada keputusan. Dia mengatakan akan berhati-hati dalam memutuskan hal tersebut. “Kita harus hati-hati akan nasib 54 juta siswa kita,” katanya. (Baca juga: Muhammadiyah Nilai Pembatalan Ibadah Haji 2020 Keputusan Tepat)

Para pimpinan agama tersebut pada umumnya mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh pemerintah. Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan agar komunikasi jajaran pemerintah harus satu irama. “Namun kita berharap agar komunikasi para pejabat kepada masyarakat kiranya satu irama dan tidak bertentangan satu sama lain. Kita di lapangan mengalami kesulitan menghadapi masyarakat kalau hal ini berlangsung terus menerus,” ujarnya.

Dia menilai perlunya pemerintah melakukan counter narasi terkait berbagai informasi yang tersebar. Seperti isu konsiparasi, China dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua Umum PGI Gomar Gultom mengatakan perlunya semua elemen masyarakat membangun dan mengembangkan disiplin. Utamanya dalam mematuhi protokol kesehatan dan berbagai habitus baru dalam memasuki masa kenormalan baru. “Tanpa disiplin, apapun yang dikerjakan oleh pemerintah, akan sia-sia, dan masyarakat akan terus berada dalam bayang-bayang penularan covid ini,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Prabowo Ziarah ke Makam...
Prabowo Ziarah ke Makam Kakeknya Margono Djojohadikusumo di Banyumas
Sejumlah Tokoh Sowan...
Sejumlah Tokoh Sowan ke JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Megawati Sandang Gelar...
Megawati Sandang Gelar Doktor Kehormatan dari PNU Riyadh Arab Saudi
Prabowo Undang Mantan...
Prabowo Undang Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal ke Istana Sore Ini, Bahas Apa?
Rumah Jusuf Kalla di...
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Kisah KH Idham Chalid,...
Kisah KH Idham Chalid, Ketua DPR Termiskin tapi Paling Kaya Teladan
Rekomendasi
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved