DPR Minta Penyusunan Protokol Pariwisata Era New Normal Libatkan Pelaku Usaha

Selasa, 02 Juni 2020 - 16:25 WIB
loading...
DPR Minta Penyusunan...
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta protokol pariwisata yang saat ini sedang disusun pemerintah harusnya melibatkan para pelaku industri pariwisata. Foto/SINDOnews/abdul rochim
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk segera menghidupkan kembali industri pariwisata di era tatanan normal baru (new normal) mendapat dukungan penuh DPR. Kendati demikian, protokol pariwisata yang saat ini sedang disusun pemerintah harusnya melibatkan para pelaku industri pariwisata.

“Berbagai protokol atau standard operating procedure (SOP) untuk membuka industri pariwisata yang disusun oleh pemerintah harus melibatkan para pelaku industri. Dengan demikian protokol tersebut akan menguntungkan para wisatawan baik dari sisi jaminan Kesehatan maupun pelayanan, juga menguntungkan para pelaku industri wisata,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Selasa (2/6/2020). (Baca juga: Masuki New Normal, Pemerintah Hidupkan Kembali Pariwisata)

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya menyiapkan pembukaan industri pariwisata di era new normal. Menurut Jokowi dengan adanya wabah Corona akan ada perubahan tren di bidang pariwisata yang harus diantisipasi oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) industri pariwisata.

Perubahan tren tersebut di antaranya menyangkut standar pelayanan pariwisata di mana para wisatawan akan lebih mengedepankan persoalan jaminan kesehatan (health), jaminan kebersihan (hygene), dan jaminan keamanan (security) selama melancong. (Baca juga: Yakin Tahun Depan Pariwisata Booming, Jokowi: Semua Orang Ingin Keluar)

Selain itu, dalam pandangan Jokowi, selama wabah Covid-19, para wisatawan akan cenderung melakukan solo travelling dibandingkan melakukannya secara berombongan. Instruksi Jokowi ini langsung disambut oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dengan menyusun SOP pariwisata di era new normal.

Huda menjelaskan keterlibatan pelaku industri pariwisata ini penting karena mereka yang mengetahui situasi di lapangan. Dari masukan mereka diharapkan bisa dirumuskan SOP pariwisata yang bisa melindungi kesehatan para pekerja pariwisata semisal dari lamanya jam kerja, rapid dan swab test massal pekerja pariwisata sebelum kembali bekerja, hingga jaminan asupan vitamin serta gizi selama mereka bekerja.

Masukan pelaku industri pariwisata juga diharapkan bisa memberikan jaminan Kesehatan maupun layanan berbasis protokol Covid-19 bagi wisatawan. “Masukan dari pelaku industri nanti bisa memastikan misalnya batas maksimal jumlah pengunjung di suatu destinasi wisata, bagaimana layanan transportasi yang berbasis physical distancing, dan sebagainya,” ujarnya.

Politikus PKB ini menyebut pemerintah bisa mengundang dan mendengarkan masukan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI), dan kelompok usaha pariwisata lainnya.

Dia meyakini para pelaku industri pariwisata telah mempunyai berbagai rumusan bagaimana kembali menghidupkan pariwisata di Tanah Air di tengah wabah Covid-19. “Mereka tentunya telah membuat evaluasi sekaligus rumusan bagaimana industri pariwisata ini bisa kembali bangkit di tengah wabah corona karena merekalah salah satu pihak yang paling terdampak wabah Covid-19. Masukan dari mereka juga bisa menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Rekomendasi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Berita Terkini
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Infografis
Resmi, DPR Akhirnya...
Resmi, DPR Akhirnya Minta TikTok Angkat Kaki dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved