Penyair Puisi Esai Lintas Negara Sumbang APD ke Wisma Atlet
Selasa, 02 Juni 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Denny mengutip lembaga yang berpusat di Inggris, Charities Aid Foundation. Lembaga ini melakukan riset pada 146 negara di seluruh dunia yang penduduknya paling banyak berderma. Mereka membuat penilaian berdasarkan indeks yang disebut World Giving Index.
Pada 2018, Indonesia terpilih rangking nomor satu. Posisi Indonesia dari sisi spirit masyarakatnya untuk berderma di atas negara Amerika Serikat, Australia, Kanada, Bahrain yang masuk 10 besar.
Denny menjelaskan, para penulis puisi esai ini salah satu contoh spirit publik di Indonesia yang gemar berderma. Tak hanya dalam bentuk uang atau barang. Banyak pula rakyat Indonesia yang berderma menjadi sukarelawan, mendermakan tenaga, pikiran dan waktu.
Para penulis puisi esai manca negara ini, awal Juni 2020 ini, mempublikasikan buku mereka yang berisi kumpulan puisi esai mereka dengan judul: Love and Life in the Era of Corona. Aneka drama batin, kesedihan serta harapan, kematian, dan perjuangan menghadapi era pandemik terekam di sana.
Menurut Denny, buku puisi esai itu pada waktunya akan menjadi rujukan ketika ingin mendalami suasana batin era pandemi yang mungkin terjadi hanya seratus tahun sekali.
Pada 2018, Indonesia terpilih rangking nomor satu. Posisi Indonesia dari sisi spirit masyarakatnya untuk berderma di atas negara Amerika Serikat, Australia, Kanada, Bahrain yang masuk 10 besar.
Denny menjelaskan, para penulis puisi esai ini salah satu contoh spirit publik di Indonesia yang gemar berderma. Tak hanya dalam bentuk uang atau barang. Banyak pula rakyat Indonesia yang berderma menjadi sukarelawan, mendermakan tenaga, pikiran dan waktu.
Para penulis puisi esai manca negara ini, awal Juni 2020 ini, mempublikasikan buku mereka yang berisi kumpulan puisi esai mereka dengan judul: Love and Life in the Era of Corona. Aneka drama batin, kesedihan serta harapan, kematian, dan perjuangan menghadapi era pandemik terekam di sana.
Menurut Denny, buku puisi esai itu pada waktunya akan menjadi rujukan ketika ingin mendalami suasana batin era pandemi yang mungkin terjadi hanya seratus tahun sekali.
(dam)
Lihat Juga :