HUT ke-76 TNI, Legislator PKS Ungkap Tiga Tantangan Besar
Selasa, 05 Oktober 2021 - 12:13 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta mengungkapkan tiga tantangan besar yang dihadapi TNI saat ini. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - HUT ke-76 TNI diperingati pada hari ini. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta mengungkapkan tiga tantangan besar yang dihadapi TNI saat ini. Pertama, adanya ancaman keamanan regional dengan memanasnya situasi di Laut China Selatan (LCS).
Posisi Indonesia yang dekat dengan episentrum konflik LCS akan rawan menjadi area perang proxy dan adu pengaruh antar kekuatan besar seperti China dan Amerika Serikat. "Jika ini terjadi, dampak secara ekonomi akan sangat berat bagi negara-negara di sekitarnya,” kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/10/2021).
Menurut dia, mau tidak mau Indonesia juga harus mengembangkan kemampuan militer ke level yang lebih tinggi agar punya posisi lebih kuat dalam skala regional. Tantangan kedua ada di lingkup nasional seperti meningkatnya gerakan separatisme di Papua, masih tumbuhnya gerakan ekstremisme berbalut sentimen agama serta ancaman disintegrasi.
Menurut dia, hal tersebut perlu disikapi oleh TNI dengan tindakan yang lebih sistematis dan menyentuh akar permasalahan. "Peran Babinsa dalam melakukan edukasi bela negara di tengah masyarakat perlu lebih dikuatkan. Program-program seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang menyasar kantong-kantong kemiskinan dan juga wilayah terluar dan tertinggal perlu diperluas karena akan menguatkan simpul-simpul persatuan," kata wakil ketua Fraksi PKS ini.
Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki
Posisi Indonesia yang dekat dengan episentrum konflik LCS akan rawan menjadi area perang proxy dan adu pengaruh antar kekuatan besar seperti China dan Amerika Serikat. "Jika ini terjadi, dampak secara ekonomi akan sangat berat bagi negara-negara di sekitarnya,” kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/10/2021).
Menurut dia, mau tidak mau Indonesia juga harus mengembangkan kemampuan militer ke level yang lebih tinggi agar punya posisi lebih kuat dalam skala regional. Tantangan kedua ada di lingkup nasional seperti meningkatnya gerakan separatisme di Papua, masih tumbuhnya gerakan ekstremisme berbalut sentimen agama serta ancaman disintegrasi.
Menurut dia, hal tersebut perlu disikapi oleh TNI dengan tindakan yang lebih sistematis dan menyentuh akar permasalahan. "Peran Babinsa dalam melakukan edukasi bela negara di tengah masyarakat perlu lebih dikuatkan. Program-program seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang menyasar kantong-kantong kemiskinan dan juga wilayah terluar dan tertinggal perlu diperluas karena akan menguatkan simpul-simpul persatuan," kata wakil ketua Fraksi PKS ini.
Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki
Lihat Juga :