Gatot Nurmantyo Minta Patung Soeharto Dihadirkan Lagi di Markas Kostrad
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Sebab itu, Gatot meminta kepada siapa pun agar menghormati Presiden Indonesia. Gatot juga berharap di Markas Kostrad ada patung-patung presiden Indonesia. Selain itu, perlu juga dijelaskan ketokohan masing-masing patung presiden.
"Harapan saya, marilah sama-sama kita hormati siapa pun mantan presiden kita semuanya. Sehingga, dunia melihat bahwa kita bangsa besar menghargai apa pun kesalahannya, ini hanya sebagai pelajarannya jangan sampai terulang, tetapi kita angkat sama-sama," ujar Gatot.
"Bung Karno contohnya bawa proklamasi, kemudian Pak Harto bapak pembangunan, Bu Mega presiden wanita pertama, dan seterusnya, Jokowi mungkin presiden infrastruktur, kan gitu, jadi ditokohkan semuanya pada posisi yang sama. Sehingga dunia melihat wah itu Indonesia," sambungnya.
Gatot menyoroti itu, ketika ditanya oleh Karni soal harapannnya setelah peristiwa hilangnya patung Soeharto dan kawan-kawan di Markas Kostrad.
"Saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat 65 dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad," kata Gatot.
"Harapan saya, marilah sama-sama kita hormati siapa pun mantan presiden kita semuanya. Sehingga, dunia melihat bahwa kita bangsa besar menghargai apa pun kesalahannya, ini hanya sebagai pelajarannya jangan sampai terulang, tetapi kita angkat sama-sama," ujar Gatot.
"Bung Karno contohnya bawa proklamasi, kemudian Pak Harto bapak pembangunan, Bu Mega presiden wanita pertama, dan seterusnya, Jokowi mungkin presiden infrastruktur, kan gitu, jadi ditokohkan semuanya pada posisi yang sama. Sehingga dunia melihat wah itu Indonesia," sambungnya.
Gatot menyoroti itu, ketika ditanya oleh Karni soal harapannnya setelah peristiwa hilangnya patung Soeharto dan kawan-kawan di Markas Kostrad.
"Saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat 65 dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad," kata Gatot.
(maf)
Lihat Juga :