Penjelasan PDIP Soal Gatot Pertanyakan Banyak Patung Soekarno tapi Patung Soeharto Hilang
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
"Kita pernah mengalami era di mana peran dan jasa Bung Karno berusaha didegradasi. Politik sejarah diintervensi kepentingan melanggengkan kekuasaan. Di era terbuka seperti sekarang, masyarakat rindu orientasi kebangsaan yang otentik, kepada narasi negara bangsa yang orisinal," kata Hendrawan.
Hendrawan mengungkapkan, jumlah patung tak bisa dijadikan parameter apapun. "Jadi bukan parameter jumlah, tapi parameter psikososial dan historiografi negara bangsa," ujar Hendrawan.
Ia melihat ada upaya menyimpulkan telah terjadi 'de-Soehartoisasi' di dalam pernyataan Gatot soal patung Sukarno dan Soeharto. Dia menyebut, pernyataan Gatot itu membuat seolah-olah kondisi saat ini sama seperti era di mana peran Sukarno didegradasi dalam sejarah bangsa.
"Jadi jangan disimpulkan bahwa sekarang terjadi de-Soehartoisasi seperti yang disiratkan dari pernyataan GN (Gatot Nurmantyo). Seolah-olah ini sama dengan de-Sukarnoisasi yang nyata terjadi di masa lalu," pungkas Hendrawan Supratikno.
Hendrawan mengungkapkan, jumlah patung tak bisa dijadikan parameter apapun. "Jadi bukan parameter jumlah, tapi parameter psikososial dan historiografi negara bangsa," ujar Hendrawan.
Ia melihat ada upaya menyimpulkan telah terjadi 'de-Soehartoisasi' di dalam pernyataan Gatot soal patung Sukarno dan Soeharto. Dia menyebut, pernyataan Gatot itu membuat seolah-olah kondisi saat ini sama seperti era di mana peran Sukarno didegradasi dalam sejarah bangsa.
"Jadi jangan disimpulkan bahwa sekarang terjadi de-Soehartoisasi seperti yang disiratkan dari pernyataan GN (Gatot Nurmantyo). Seolah-olah ini sama dengan de-Sukarnoisasi yang nyata terjadi di masa lalu," pungkas Hendrawan Supratikno.
(maf)
Lihat Juga :