Cerita Jean Walters, Molly Bondan, dan J Edgar: 3 Perempuan Australia Pendukung Kemerdekaan RI

Selasa, 28 September 2021 - 06:46 WIB
loading...
A A A
"Aku berpikir bahwa rakyat Indonesia lebih baik untuk mengurus negerinya sendiri," kata Jean, sebelum dia memutuskan untuk mengikuti acara-acara pro kemerdekaan Indonesia yang sering diadakan di Melbourne.

Kisah Molly Bondan dan Jean Edgar

Molly Bondan dilahirkan 9 Januari 1912 di Auckland, Selandia Baru. Sebelum beremigrasi ke Australia, orang tua Molly merupakan warga negara Inggris, demikian disebut George McTurnan Kahin, Indonesianis terkemuka dari Cornell University, Ithaca, New York.

Molly Warner, nama asli Molly Bondan, bekerja sebagai jurnalis dengan rasa simpati yang besar terhadap pergerakan Indonesia kala itu. Menurut Rino mengutip biografi Jean Walters, Molly Bondan menjadi semakin keras semenjak berjumpa dengan Mohammad Bondan.

Molly malah sering terjun ke demonstrasi jalanan para simpatisan pro-kemerdekaan Indonesia di Australia. McTurnan Kahin mengenang, Mohammad Bondan yang eks tawanan politik di Boven Digoel, merupakan kawan dan pengikut setia Mohammad Hatta.

Bersama Hatta, Bondan ditangkap dan dipenjarakan di pedalaman Digoel, Papua. Nasib beruntung bagi Hatta, dia dipindahkan ke Banda Neira bersama Sjahrir pada 1938. Tetapi tidak bagi Bondan, dia tetap berada di sana sampai 1943.

Molly Bondan kemudian mulai aktif di revolusi. Jean Walters mencatat, Molly Bondan mulai menulis selebaran-selebaran pro Republik dan melakukan siaran berbahasa Inggris di Radio Republik Indonesia.

Sementara itu berbeda dengan Molly Bondan dan Jean Walters, Jean Edgar tak pernah merasakan hidup di Indonesia. Jean Edgar memiliki rasa sosial yang tinggi, itulah mengapa dia mendatangi pertemuan pro-republik di Metropole Hotel, Melbourne.

Dalam tulisannya, Rino Surya menyebutkan, di acara itulah Jane Edgar berjumpa dengan Zakaria, yang juga bekas tahanan politik Digoel. Ketika masih berstatus pelajar, Zakaria mendukung perjuangan kemerdekaan dengan menjadi anggota Partai Nasional Indonesia pimpinan Soekarno.

Menurut artikel "Indonesian Freedom Fighter Dies" di harian Tribune terbitan Sydney tertanggal 8 Desember 1948, Zakaria ditangkap dan dipenjarakan lantaran melawan Kerajaan Belanda. Dia dikirim ke Boven Digoel pada tahun 1929, menghabiskan 14 tahun di sana, sebelum tiba di Australia pada 1943.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Ronaldo Disorot di Piala...
Ronaldo Disorot di Piala Dunia 2026, Conceicao: Tak Wajib Umpan CR7
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Daftar Microdrama Enemy...
Daftar Microdrama Enemy to Lovers di V+Short, Dari Benci Jadi Cinta
Berita Terkini
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Infografis
3 Kelebihan DeepSeek...
3 Kelebihan DeepSeek dibanding ChatGPT dan Meta AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved