Pertemuan di Tempat Sakral, Airlangga-Ganjar Cocok Berduet di 2024?
Jum'at, 24 September 2021 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jenderal Benny Moerdani, Pencetus Pasukan Antiteror Kopassus yang Disegani Dunia
Mengenai penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Airlangga menjelaskan penanganan pandemi di Klaten sudah semakin baik. “Saat ini PPKM di Klaten sudah turun di level 3 dan pelaksanaan vaksinasi juga sudah semakin masif, namun tetap harus digenjot,” kata Airlangga.
Sedangkan mengenai pemulihan ekonomi, Airlangga berharap terus ditingkatkan dan angka kemiskinan di Jateng harus terus diturunkan. “Sesuai arahan Presiden Jokowi, angka kemiskinan absolut ini harus dihilangkan pada Juni tahun 2024,” kata Airlangga.
Sebelumnya, dalam acara salawat Indonesia dan Haul Ki Ageng Gribig, Kamis (23/9/2021), Airlangga sebagai salah satu tokoh keturunan Ki Ageng Gribig, bertekad untuk terus melanggengkan tradisi turun temurun ini. “Sebagai tokoh yang sudah meninggal ratusan tahun lalu, Simbah (Ki Ageng Gribig) masih bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan. Dalam tradisi Yaqowiyu ini ada nilai ekonomi yang luar biasa,” kata Airlangga.
Sebab, kata Airlangga, masyarakat di Jatinom bergotong royong membuat apem untuk disalurkan dalam haul tersebut. “Setiap acara ini, ekonomi masyarakat tumbuh. Orang buat apem, ini saja kemarin 6 ton. Belum lagi biasanya banyak orang datang dari berbagai daerah dan tentu bisa menggeliatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.
Mengenai penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Airlangga menjelaskan penanganan pandemi di Klaten sudah semakin baik. “Saat ini PPKM di Klaten sudah turun di level 3 dan pelaksanaan vaksinasi juga sudah semakin masif, namun tetap harus digenjot,” kata Airlangga.
Sedangkan mengenai pemulihan ekonomi, Airlangga berharap terus ditingkatkan dan angka kemiskinan di Jateng harus terus diturunkan. “Sesuai arahan Presiden Jokowi, angka kemiskinan absolut ini harus dihilangkan pada Juni tahun 2024,” kata Airlangga.
Sebelumnya, dalam acara salawat Indonesia dan Haul Ki Ageng Gribig, Kamis (23/9/2021), Airlangga sebagai salah satu tokoh keturunan Ki Ageng Gribig, bertekad untuk terus melanggengkan tradisi turun temurun ini. “Sebagai tokoh yang sudah meninggal ratusan tahun lalu, Simbah (Ki Ageng Gribig) masih bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan. Dalam tradisi Yaqowiyu ini ada nilai ekonomi yang luar biasa,” kata Airlangga.
Sebab, kata Airlangga, masyarakat di Jatinom bergotong royong membuat apem untuk disalurkan dalam haul tersebut. “Setiap acara ini, ekonomi masyarakat tumbuh. Orang buat apem, ini saja kemarin 6 ton. Belum lagi biasanya banyak orang datang dari berbagai daerah dan tentu bisa menggeliatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.
(rca)
Lihat Juga :