Melintas Batas Laut Jawa, TNI AL dan Indian Navy Dikejutkan Kehadiran Pesawat Tak Dikenal
Kamis, 23 September 2021 - 07:58 WIB
loading...
TNI AL jajaran Koarmada I menggelar latihan bersama dengan Indian Navy bertajuk Samudra Shakti 21. FOTO/DOK.TNI AL
A
A
A
JAKARTA - TNI AL (Angkatan Laut) jajaran Koarmada I menggelar latihan bersama dengan Indian Navy bertajuk 'Samudra Shakti 21'. Latihan ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 20 September 2021.
Adapun latma ini mengambil tempat di tiga lokasi, yakni Laut Jawa, Selat Sunda, serta Samudera Hindia. Pada latihan yang digelar Senin (20/9/2021), AL kedua negara melakukan skenario pengusiran pesawat udara tak dikenal atau Air Defence Exercise (ADEX) yang memasuki batas ALKI 1 Laut Jawa.
TNI mengerahkan unsur KRI Bung Tomo-357 dan KRI Malahayati-362, sedangkan Indian Navy diperkuat oleh INS Kadmatt P29 dan INS Shivalik F47.
Baca juga: KSAL: Pejabat TNI AL Harus Berani Tampil di Depan, Bukan Jadi Pengikut
Melihat adanya pesawat tempur tak dikenal melintas, KRI Bung Tomo-357 langsung mengambil alih komando, lalu memerintahkan membentuk formasi antiserangan udara. Kemudian, meningkatkan derajat kesiagaan serta diaktifkan lah seluruh persenjataan dan sensor antiserangan udara.
Semua personel menempati pos tempur di kapal sesuai buku induk tempurnya. Laporan sadapan melalui radio komunikasi internal dan eksternal antar kapal perang, bersahut-sahutan melaporkan perkembangan situasi kontak serangan udara di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT).
Adapun latma ini mengambil tempat di tiga lokasi, yakni Laut Jawa, Selat Sunda, serta Samudera Hindia. Pada latihan yang digelar Senin (20/9/2021), AL kedua negara melakukan skenario pengusiran pesawat udara tak dikenal atau Air Defence Exercise (ADEX) yang memasuki batas ALKI 1 Laut Jawa.
TNI mengerahkan unsur KRI Bung Tomo-357 dan KRI Malahayati-362, sedangkan Indian Navy diperkuat oleh INS Kadmatt P29 dan INS Shivalik F47.
Baca juga: KSAL: Pejabat TNI AL Harus Berani Tampil di Depan, Bukan Jadi Pengikut
Melihat adanya pesawat tempur tak dikenal melintas, KRI Bung Tomo-357 langsung mengambil alih komando, lalu memerintahkan membentuk formasi antiserangan udara. Kemudian, meningkatkan derajat kesiagaan serta diaktifkan lah seluruh persenjataan dan sensor antiserangan udara.
Semua personel menempati pos tempur di kapal sesuai buku induk tempurnya. Laporan sadapan melalui radio komunikasi internal dan eksternal antar kapal perang, bersahut-sahutan melaporkan perkembangan situasi kontak serangan udara di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT).
Lihat Juga :