KKB Serang Nakes di Papua, PB HMI: Tindakan yang Tak Bisa Dimaafkan
Selasa, 21 September 2021 - 20:14 WIB
loading...
Pada Senin (13/9/2021), KKB membakar puskesmas, pasar, sekolah dasar, dan kantor Bank Papua di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) kembali melancarkan teror dan serangan terhadap masyarakat di Papua. Pada Senin (13/9/2021), KKB membakar puskesmas, pasar, sekolah dasar, dan kantor Bank Papua di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Baca juga: 1 Prajurit TNI Gugur Saat Hendak Evakuasi Jenazah Suster Gabriela, Pelakunya KKB Ngalum Kupel
Serangan itu mengakibatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) bernama Gabriella Meilani meninggal dan empat lainnya luka-luka.
Baca juga: Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Telan Korban, 1 Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama menilai, penyerangan KKB terhadap masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan dan di tolerir lagi.
"Apalagi yang menjadi korban adalah tenaga kesehatan dan prajurit TNI-Polri yang melakukan evakuasi kemanusiaan. PB HMI mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada para pejuang kemanusiaan yang telah gugur dalam melaksanakan tugas," terang Raihan, Selasa (21/9/2021).
Menurut Raihan, penyerangan KKB ini telah melukai rasa kemanusiaan, merugikan rakyat Papua dan mengancam kedaulatan Indonesia.
Baca juga: 1 Prajurit TNI Gugur Saat Hendak Evakuasi Jenazah Suster Gabriela, Pelakunya KKB Ngalum Kupel
Serangan itu mengakibatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) bernama Gabriella Meilani meninggal dan empat lainnya luka-luka.
Baca juga: Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Telan Korban, 1 Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama menilai, penyerangan KKB terhadap masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan dan di tolerir lagi.
"Apalagi yang menjadi korban adalah tenaga kesehatan dan prajurit TNI-Polri yang melakukan evakuasi kemanusiaan. PB HMI mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada para pejuang kemanusiaan yang telah gugur dalam melaksanakan tugas," terang Raihan, Selasa (21/9/2021).
Menurut Raihan, penyerangan KKB ini telah melukai rasa kemanusiaan, merugikan rakyat Papua dan mengancam kedaulatan Indonesia.
Lihat Juga :