2 dari 5 Ibu Hamil di Indonesia Kurang Cairan, LaNyalla Ingatkan Menkes
Senin, 20 September 2021 - 13:46 WIB
loading...
Kondisi kesehatan ibu hamil kembali menjadi sorotan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kondisi kesehatan ibu hamil kembali menjadi sorotan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Hal ini menyusul temuan fakta bahwa 2 dari 5 ibu hamil dan 1 dari 2 ibu menyusui kekurangan asupan air minum yang berkualitas.
Temuan tersebut terungkap dalam Konferensi Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, kemarin.
Menurut LaNyalla, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan sejak dalam kandungan hingga proses kelahiran dan pemberian ASI yang baik oleh ibu. Karena itu, LaNyalla meminta Menteri Kesehatan memperhatikan hal ini.
"Kebutuhan cairan, khususnya air minum yang cukup, bagi ibu di masa kehamilan dan saat menyusui sangat tinggi. Dalam kondisi ini tidak boleh kekurangan cairan guna menunjang masa kehamilan yang sehat serta kualitas dan kuantitas ASI," kata LaNyalla, Senin (20/9/2021).
Baca juga: Guru Besar UI Ungkap Pentingnya Menjaga Kecukupan Hidrasi bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu menyusui yang kekurangan cairan mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Sedangkan pada ibu hamil , kekurangan asupan cairan berpotensi masalah dalam kelahiran, seperti prematur, berat badan bayi yang rendah dan bahkan cacat bawaan.
"Masalah minum air yang cukup bagi ibu hamil dan menyusui seperti masalah kecil, namun dampaknya sangat besar bagi bayi dan masa depan bangsa. Makanya hal ini harus menjadi perhatian dan keseriusan bersama karena berkaitan dengan generasi penerus," lanjut LaNyalla.
Temuan tersebut terungkap dalam Konferensi Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, kemarin.
Menurut LaNyalla, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan sejak dalam kandungan hingga proses kelahiran dan pemberian ASI yang baik oleh ibu. Karena itu, LaNyalla meminta Menteri Kesehatan memperhatikan hal ini.
"Kebutuhan cairan, khususnya air minum yang cukup, bagi ibu di masa kehamilan dan saat menyusui sangat tinggi. Dalam kondisi ini tidak boleh kekurangan cairan guna menunjang masa kehamilan yang sehat serta kualitas dan kuantitas ASI," kata LaNyalla, Senin (20/9/2021).
Baca juga: Guru Besar UI Ungkap Pentingnya Menjaga Kecukupan Hidrasi bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu menyusui yang kekurangan cairan mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Sedangkan pada ibu hamil , kekurangan asupan cairan berpotensi masalah dalam kelahiran, seperti prematur, berat badan bayi yang rendah dan bahkan cacat bawaan.
"Masalah minum air yang cukup bagi ibu hamil dan menyusui seperti masalah kecil, namun dampaknya sangat besar bagi bayi dan masa depan bangsa. Makanya hal ini harus menjadi perhatian dan keseriusan bersama karena berkaitan dengan generasi penerus," lanjut LaNyalla.
Lihat Juga :