Komisi III DPR Tanya Strategi BNPT Soal Dampak Kebangkitan Taliban di Indonesia
Rabu, 15 September 2021 - 20:07 WIB
loading...
Komisi III DPR mempertanyakan strategi Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam menghadapi kebangkitan Taliban di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar terkait evaluasi kinerja, penindakan dan pengungkapan kasus, serta strategi dan program BNPT. Persoalan mengenai Taliban di Afghanistan menjadi salah satu isu yang menjadi sorotan.
Seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR yang juga pimpinan rapat, Ahmad Sahroni yang menyoroti fenomena Taliban ini. Dirinya kemudian mempertanyakan terkait strategi yang dilakukan BNPT agar kelompok-kelompok ekstremis tidak berkembang di Indonesia.
"Ini terkait fenomena kembalinya Taliban di Afghanistan, saya tidak ingin di Indonesia ada kelompok kecil yang terinspirasi oleh tindakan mereka. Nah untuk itu, pencegahan apa yang BNPT lakukan dalam menyikapi isu ini?," tanya Sahroni dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).Baca juga: Kepala BNPT Ungkap 2.171 WNI Jadi Foreign Terrorist Fighter
Karena, menurut politikus Partai Nasdem ini, sangat mungkin kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan ini memberikan dampak kepada oknum maupun simpatisannya yang ada di Indonesia. "Karena sangat mungkin kembalinya Taliban itu ada efeknya pada oknum maupumn simpatisannya yang ada di Indonesia. Jadi, bagaimana strategi pencegahan BNPT agar kelompok simpatisan ini tidak hidup dan bisa kita tahan?,” tanya Sahroni pada Boy.Baca juga: BNPT Ungkap Jamaah Islamiyah Salahgunakan Kotak Amal untuk Rekrut Milenial
Senada, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman juga menyoroti soal Taliban dan Afghanistan ini. Dirinya ingin mengetahui secara rinci bagaimana hubungan Taliban dengan terorisme yang ada di Indonesia. "Soal Afghanistan dan Taliban kita ingin lebih detail lagi antara relasi Taliban dengan anasir-anasir terorisme yang di Indonesia saat ini. Potensinya seperti apa dalam hitubgan beberapa tahun ke depan mengenai apa yang terjadi di Afghanistan," ujarnya.
Seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR yang juga pimpinan rapat, Ahmad Sahroni yang menyoroti fenomena Taliban ini. Dirinya kemudian mempertanyakan terkait strategi yang dilakukan BNPT agar kelompok-kelompok ekstremis tidak berkembang di Indonesia.
"Ini terkait fenomena kembalinya Taliban di Afghanistan, saya tidak ingin di Indonesia ada kelompok kecil yang terinspirasi oleh tindakan mereka. Nah untuk itu, pencegahan apa yang BNPT lakukan dalam menyikapi isu ini?," tanya Sahroni dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).Baca juga: Kepala BNPT Ungkap 2.171 WNI Jadi Foreign Terrorist Fighter
Karena, menurut politikus Partai Nasdem ini, sangat mungkin kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan ini memberikan dampak kepada oknum maupun simpatisannya yang ada di Indonesia. "Karena sangat mungkin kembalinya Taliban itu ada efeknya pada oknum maupumn simpatisannya yang ada di Indonesia. Jadi, bagaimana strategi pencegahan BNPT agar kelompok simpatisan ini tidak hidup dan bisa kita tahan?,” tanya Sahroni pada Boy.Baca juga: BNPT Ungkap Jamaah Islamiyah Salahgunakan Kotak Amal untuk Rekrut Milenial
Senada, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman juga menyoroti soal Taliban dan Afghanistan ini. Dirinya ingin mengetahui secara rinci bagaimana hubungan Taliban dengan terorisme yang ada di Indonesia. "Soal Afghanistan dan Taliban kita ingin lebih detail lagi antara relasi Taliban dengan anasir-anasir terorisme yang di Indonesia saat ini. Potensinya seperti apa dalam hitubgan beberapa tahun ke depan mengenai apa yang terjadi di Afghanistan," ujarnya.
Lihat Juga :