Jujur dan Sederhana, Jenderal Kopassus Ini Mengepel Rumah dan Tolak Makanan Mewah
Rabu, 15 September 2021 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal kemiliteran, Mung dikenal memberikan teladan. Dia selalu memulai lebih dahulu dalam setiap pelatihan, mulai panjat tebing, terjun, lempar pisau, lari dan menembak.
Mung, kata Prabowo, pernah memimpin lari seluruh pasukan yang terdiri atas 1 resimen dan 2 batalyon dari Cijantung ke Cililitan pulang pergi. Bila berlari, kata Prabowo, Mung selalu membawa senjata dan membuka baju seperti anak buahnya.
“Beliau sangat terkenal sebagai perwira Spartan. Perwira yang tangguh dan kuat fisiknya,” ucap Prabowo.
Mung wafat pada 22 Desember 2012 dalam perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Profil Mung Parahadimulyo
Lahir : Yogyakarta, 11 Januari 1925
Meninggal : Jakarta, 28 Desember 2012
Karier:
- Komandan Kompi IV Batalyon Nasuhi, Brigade Samsu, Divisi Siliwangi (1949)
- Danyonif Linud 305/Tengkorak (1949-1953)
- Komandan RPKAD (1958-1964)
- Pangdam IX/Mulawarman (1964-1970)
Mung, kata Prabowo, pernah memimpin lari seluruh pasukan yang terdiri atas 1 resimen dan 2 batalyon dari Cijantung ke Cililitan pulang pergi. Bila berlari, kata Prabowo, Mung selalu membawa senjata dan membuka baju seperti anak buahnya.
“Beliau sangat terkenal sebagai perwira Spartan. Perwira yang tangguh dan kuat fisiknya,” ucap Prabowo.
Mung wafat pada 22 Desember 2012 dalam perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Profil Mung Parahadimulyo
Lahir : Yogyakarta, 11 Januari 1925
Meninggal : Jakarta, 28 Desember 2012
Karier:
- Komandan Kompi IV Batalyon Nasuhi, Brigade Samsu, Divisi Siliwangi (1949)
- Danyonif Linud 305/Tengkorak (1949-1953)
- Komandan RPKAD (1958-1964)
- Pangdam IX/Mulawarman (1964-1970)
(muh)
Lihat Juga :