DPR Minta KPI Hentikan Semua Tayangan yang Melibatkan Saipul Jamil di Televisi
Rabu, 08 September 2021 - 06:40 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan meminta KPI menghentikan semua tayangan yang melibatkan Saipul Jamil (SJ), mantan narapidana kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI , Muhammad Farhan meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan semua tayangan yang melibatkan Saipul Jamil (SJ) seorang mantan narapidana kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang baru-baru ini bebas dari LP Cipinang.
“Sebagai anggota Komisi I, sesuai kewenangan dan bidang kerja, telah meminta kepada KPI Pusat untuk meminta semua lembaga penyiaran nasional tidak menayangkan, apalagi mengikat kontrak kerja dengan SJ yang merupakan pelaku paedofil,” ujar Muhammad Farhan, Senin (6/9/2021). Baca juga: Korban Pelecehan Saipul Jamil Jadi Pendiam dan Diasingkan
Ia menyayangkan sorotan media terhadap penyambutan sosok SJ dan mengesampingkan kondisi korban kekerasan seksual anak. Glorifikasi bebasnya oknum SJ dalam sebuah program televisi kata dia harus menjadi pembelajaran.
“Saya sangat prihatin atas euphoria pembebasan SJ yang merupakan pelaku pedophilia, bahkan disorot di media seperti ‘dielu-elukan’, sementara itu tidak ada satupun yang berusaha ‘menengok’ kondisi pasca trauma sang korban,” jelas Muhammad Farhan.
Farhan juga menyoroti kampanye boikot SJ. Menurutnya, kampanye merupakan gerakan positif sebagai respon masyarakat dalam melindungi korban kasus pelecehan seksual.
“Sebagai anggota Komisi I, sesuai kewenangan dan bidang kerja, telah meminta kepada KPI Pusat untuk meminta semua lembaga penyiaran nasional tidak menayangkan, apalagi mengikat kontrak kerja dengan SJ yang merupakan pelaku paedofil,” ujar Muhammad Farhan, Senin (6/9/2021). Baca juga: Korban Pelecehan Saipul Jamil Jadi Pendiam dan Diasingkan
Ia menyayangkan sorotan media terhadap penyambutan sosok SJ dan mengesampingkan kondisi korban kekerasan seksual anak. Glorifikasi bebasnya oknum SJ dalam sebuah program televisi kata dia harus menjadi pembelajaran.
“Saya sangat prihatin atas euphoria pembebasan SJ yang merupakan pelaku pedophilia, bahkan disorot di media seperti ‘dielu-elukan’, sementara itu tidak ada satupun yang berusaha ‘menengok’ kondisi pasca trauma sang korban,” jelas Muhammad Farhan.
Farhan juga menyoroti kampanye boikot SJ. Menurutnya, kampanye merupakan gerakan positif sebagai respon masyarakat dalam melindungi korban kasus pelecehan seksual.
Lihat Juga :