Komisi III DPR Minta TV Stop Glorifikasi Saipul Jamil

Senin, 06 September 2021 - 19:15 WIB
loading...
Komisi III DPR Minta...
Pedangdut Saipul Jamil mendapatkan perlakuan istimewa dari berbagai pihak. Dia disambut dengan glorifikasi, hingga dijemput dengan mobil mewah. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah keluar dari penjara, pedangdut Saipul Jamil mendapatkan perlakuan istimewa dari berbagai pihak. Bukan hanya disambut dengan glorifikasi, dikalungi rangkaian bunga hingga dijemput dengan mobil mewah di depan lapas, mantan napi kasus pencabulan dan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara inipun dibiarkan tampil di stasiun TV.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa hal ini tidak bisa diterima, karena dinilai memberikan sambutan positif terhadap mantan pelaku pencabulan. Ia juga meminta kepada stasiun TV untuk berhenti melakukan glorifikasi kepada Saipul Jamil.

"Saya mengecam aksi glorifikasi tersebut. Seakan kasusnya dia hanya lucu-lucuan sekali lewat. Ini sama saja seperti memaklumi atas apa yang sudah ia perbuat, dan ini sama sekali tidak sensitif terhadap perasaan korban. Karenanya saya meminta kepada Stasiun TV untuk berhenti mengglorifikasi Saipul Jamil," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Saipul Jamil Diboikot, Minta Maaf dan Akui Sudah Tebus Kesalahan

"Dia (Saiful Jamil) ini kan kena kasus pencabulan, sehingga seharusnya tidak ada kata pemakluman dari perbuatannya, tapi justru malah dielu-elukan," katanya.

Sahroni juga menyoroti tentang keresahan masyarakat atas sambutan positif dari media terhadap kebebasan Saipul Jamil yang berlebihan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa warga juga turut mengkritisi penyambutan ini.

"Sekarang ini banyak masyarakat yang resah, mereka juga turut khawatir hingga memunculkan petisi penolakan yang sudah ditandatangani oleh ratusan ribu warga, dan ini tentunya harus didengar," kata Bendahara Umum DPP Partai Nasdem ini.

Baca juga: Komnas PA: Boikot Saipul Jamil dari Seluruh Tayangan Televisi

"Sekali lagi kita tidak bisa melakukan pembiaran atas glorifikasi mantan pelaku pencabulan. Mereka justru harus mendapat sanksi sosial sehingga menimbulkan efek jera," kata legislator asal Tanjung Priok ini.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Berhasil Bendung Peredaran Tramadol di Jakpus
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved