Airlangga : Penanganan Covid-19 di Papua Barat Sudah Baik
Jum'at, 03 September 2021 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Airlangga mengadakan peninjauan ke lapangan dan melakukan dialog secara langsung dengan semua pihak terkait. Salah satunya dengan mengadakan Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah (Gubernur/ Bupati/ Walikota) beserta Forkompimda se Provinsi Papua Barat, guna mendengarkan langsung dari para Kepala Daerah beserta seluruh jajarannya tentang berbagai permasalahan di lapangan.
Jajaran kepala daerah dan Forkopimda Provinsi Papua Barat sangat antusias menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan di lapangan kepada Airlangga. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan atas nama masyarakat Papua Barat menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat, terutama dengan dilakukannya peninjauan secara langsung fasilitas isolasi terpusat dengan Kapal PELNI, peninjauan sentra vaksinasi dan juga pemberian bantuan kepada Nakes dan masyarakat.
Airlangga juga mendengarkan aspirasi Walikota Sorong yang menginginkan vaksin langsung diberikan kepada Pemerintah Kota atau Kabupaten supaya lebih cepat dalam pendistribusiannya. Menanggapi hal itu, Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan bahwa distribusi vaksin akan dibagi menjadi dua, yaitu ada yang diberikan lewat Provinsi dan ada juga yang diberikan langsung ke Pemerintah Kabupaten dan Kota, sejalan dengan upaya untuk mendorong percepatan vaksinasi.
Melibatkan seluruh Kepala Daerah dan Forkompimda, Airlangga mendiskusikan berbagai tantangan di lapangan dan juga langkah-langkah percepatan penanganan pandemi, serta memastikan segala upaya yang tengah dijalankan dalam penerapan PPKM Level 3 di Papua Barat dapat berjalan optimal. Selain itu juga memikirkan upaya pemulihan ekonomi di Papua Barat, sebagaimana laporan yang disampaikan oleh Bupati Teluk Bintuni yang share ekonominya lebih dari 37% untuk perekonomian Papua Barat.
Sementara itu, dari sisi mobilitas penduduk, terdapat 8 Kab/Kota termasuk Golongan 1 (Warna Hitam / Abu- abu) dengan penurunan mobilitas rendah, 5 Kab/Kota termasuk Golongan 2 (Merah) dengan penurunan Sedang, dan 9 Kabupaten/Kota termasuk Golongan 3 (Kuning / Hijau) penurunan tinggi. Pengendalian dan Penurunan Mobilitas Provinsi Papua Barat mencapai -16,79%, lebih baik dari Provinsi Papua (-8,57%).
Untuk capaian testing, di Kabupaten Fak Fak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama sudah melebihi 80%, namun di Kabupaten/Kota lainnya masih perlu ditingkatkan, terutama di Manokwari Selatan, Raja Ampat, Sorong Selatan, Tambrauw, Maybrat, Pegunungan Arfak. Capaian vaksinasi di Papua Barat sebesar 17,64% dan masih jauh berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 30,49%.
Jajaran kepala daerah dan Forkopimda Provinsi Papua Barat sangat antusias menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan di lapangan kepada Airlangga. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan atas nama masyarakat Papua Barat menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat, terutama dengan dilakukannya peninjauan secara langsung fasilitas isolasi terpusat dengan Kapal PELNI, peninjauan sentra vaksinasi dan juga pemberian bantuan kepada Nakes dan masyarakat.
Airlangga juga mendengarkan aspirasi Walikota Sorong yang menginginkan vaksin langsung diberikan kepada Pemerintah Kota atau Kabupaten supaya lebih cepat dalam pendistribusiannya. Menanggapi hal itu, Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan bahwa distribusi vaksin akan dibagi menjadi dua, yaitu ada yang diberikan lewat Provinsi dan ada juga yang diberikan langsung ke Pemerintah Kabupaten dan Kota, sejalan dengan upaya untuk mendorong percepatan vaksinasi.
Melibatkan seluruh Kepala Daerah dan Forkompimda, Airlangga mendiskusikan berbagai tantangan di lapangan dan juga langkah-langkah percepatan penanganan pandemi, serta memastikan segala upaya yang tengah dijalankan dalam penerapan PPKM Level 3 di Papua Barat dapat berjalan optimal. Selain itu juga memikirkan upaya pemulihan ekonomi di Papua Barat, sebagaimana laporan yang disampaikan oleh Bupati Teluk Bintuni yang share ekonominya lebih dari 37% untuk perekonomian Papua Barat.
Sementara itu, dari sisi mobilitas penduduk, terdapat 8 Kab/Kota termasuk Golongan 1 (Warna Hitam / Abu- abu) dengan penurunan mobilitas rendah, 5 Kab/Kota termasuk Golongan 2 (Merah) dengan penurunan Sedang, dan 9 Kabupaten/Kota termasuk Golongan 3 (Kuning / Hijau) penurunan tinggi. Pengendalian dan Penurunan Mobilitas Provinsi Papua Barat mencapai -16,79%, lebih baik dari Provinsi Papua (-8,57%).
Untuk capaian testing, di Kabupaten Fak Fak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama sudah melebihi 80%, namun di Kabupaten/Kota lainnya masih perlu ditingkatkan, terutama di Manokwari Selatan, Raja Ampat, Sorong Selatan, Tambrauw, Maybrat, Pegunungan Arfak. Capaian vaksinasi di Papua Barat sebesar 17,64% dan masih jauh berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 30,49%.
Lihat Juga :