Monas, Pembangunan Tugu yang Memakan Waktu hingga 3 Periode
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi, dari dua kali sayembara itu, tidak ada rancangan yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan panitia. Ujung-ujungnya, beberapa arsitek ternama ditunjuk oleh ketua Tim Yuri, yaitu Soedarsono dan Ir F Silaban untuk menggambar rencana tugu Monas. Kedua arsitek itu kemudian sepakat membuat gambarnya sendiri-sendiri yang selanjutnya diajukan ke ketua Tim Yuri Presiden Soekarno dan ketua memilih gambar yang dibuat oleh Soedarsono.
Soedarsono dalam rancangannya mengemukakan landasan pemikiran yang mengakomodasi keinginan panitia. Landasan pemikiran tersebut meliputi kriteria Nasional. Beberapa unsur saat Proklamasi Kemerdekaan RI diambil Soedarsono yang mewujudkan revolusi nasional sedapat mungkin menerapkannya pada dimensi arsitekturnya yaitu angka 17, 8, dan 45 sebagai angka keramat Hari Proklamasi
Pembangunan Tugu Monas dilaksanakan secara tiga tahapan. Tahap pertama yaitu periode 1961-1965, pelaksanaan pekerjaannya di bawah pengawasan Panitia Monumen Nasional dan biayanya dari sumbangan masyarakat. Kemudian, tahap kedua pada periode 1966-1968, pekerjaannya masih dilakukan di bawah pengawasan panitia Monas. Namun, biaya pembangunan di tahap kedua itu dari anggaran Pemerintah Pusat melalui Sekertariat Negara. Pembangunan di tahap kedua ini sempat mengalami kelesuan, karena keterbatasan biaya.
Lalu, tahap ketiga pada periode 1969-1976, pelaksanaan pekerjaannya berada di bawah pengawasan Panitia Pembina Tugu Nasional. Biaya pembangunan di tahap ketiga itu dari Pemerintah Pusat atau Direktorat Jenderal Anggaran melalui Repelita dengan menggunakan Daftar Isian Proyek. Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961, dan mulai dibuka untuk umum sejak 12 Juli 1975.
Soedarsono dalam rancangannya mengemukakan landasan pemikiran yang mengakomodasi keinginan panitia. Landasan pemikiran tersebut meliputi kriteria Nasional. Beberapa unsur saat Proklamasi Kemerdekaan RI diambil Soedarsono yang mewujudkan revolusi nasional sedapat mungkin menerapkannya pada dimensi arsitekturnya yaitu angka 17, 8, dan 45 sebagai angka keramat Hari Proklamasi
Pembangunan Tugu Monas dilaksanakan secara tiga tahapan. Tahap pertama yaitu periode 1961-1965, pelaksanaan pekerjaannya di bawah pengawasan Panitia Monumen Nasional dan biayanya dari sumbangan masyarakat. Kemudian, tahap kedua pada periode 1966-1968, pekerjaannya masih dilakukan di bawah pengawasan panitia Monas. Namun, biaya pembangunan di tahap kedua itu dari anggaran Pemerintah Pusat melalui Sekertariat Negara. Pembangunan di tahap kedua ini sempat mengalami kelesuan, karena keterbatasan biaya.
Lalu, tahap ketiga pada periode 1969-1976, pelaksanaan pekerjaannya berada di bawah pengawasan Panitia Pembina Tugu Nasional. Biaya pembangunan di tahap ketiga itu dari Pemerintah Pusat atau Direktorat Jenderal Anggaran melalui Repelita dengan menggunakan Daftar Isian Proyek. Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961, dan mulai dibuka untuk umum sejak 12 Juli 1975.
(maf)
Lihat Juga :