Monas, Pembangunan Tugu yang Memakan Waktu hingga 3 Periode

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 05:08 WIB
loading...
Monas, Pembangunan Tugu...
Monumen Nasional atau Monas, merupakan salah satu tempat wisata di wilayah DKI Jakarta. Lokasinya di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Monumen Nasional ( Monas ) merupakan salah satu tempat wisata di wilayah DKI Jakarta. Lokasinya di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Nah, lapangan itu dikelilingi berbagai kantor pemerintahan seperti Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, Balaikota DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mahkamah Agung, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Mahkamah Agung, Kementerian Dalam Negeri, Stasiun Gambir serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: Anies Ceritakan 76 Tahun Lalu Separuh Warga Jakarta Pernah Berkumpul di Monas

Tugu setinggi 132 meter dari halaman itu bukan hanya ikon kota Jakarta, namun juga kebanggaan bangsa Indonesia. Di bagian puncaknya, terdapat lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, dengan lapisan emas murni.

Baca juga: Jangan Pake Rem! Ini Tikungan yang Disukai Pembalap Liar di Seputaran Monas

Dikutip dari website badan sertifikasi Kadin DKI Jakarta, pengunjung harus menggunakan elevator tunggal berkapasitas sekitar sebelas orang untuk bisa mencapai pelataran Tugu Monas . Pelataran itu mampu menampung sekitar 50 orang. Di setiap sudutnya, tersedia empat teropong untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Lalu, seperti apa sejarahnya?

Setelah sembilan tahun kemerdekaan diproklamirkan, nah gagasan awal pembangunan Monas itu muncul. Tujuan pembangunannya untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan Bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945, dan juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan akan datang.

Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas itu terbentuk beberapa hari setelah peringatan HUT ke-9 RI. Panitia itu dipimpin oleh Sarwoko Martokusumo, S Suhud selaku penulis, Sumali Prawirosudirdjo selaku bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota masing-masing Supeno, K K Wiloto, E F Wenas, dan Sudiro. Kemudian, panitia pembangunan Monas bernama Tim Yuri yang diketuai oleh Presiden pertama RI Ir Soekarno dibentuk.

Dua kali sayembara digelar melalui tim tersebut. Pertama, sayembara digelar pada 17 Februari 1955, dan sayembara kedua digelar 10 Mei 1960 dengan harapan dapat menghasilkan karya budaya yang setinggi-tingginya dan menggambarkan kalbu serta melambangkan keluhuran budaya Indonesia.

Melalui sayembara itu, bentuk tugu yang dibangun diharapkan benar-benar bisa menunjukan kepribadian bangsa Indonesia bertiga dimensi, tidak rata, tugu yang menjulang tinggi ke langit, dibuat dari beton dan besi serta batu pualam yang tahan gempa, tahan kritikan jaman sedikitnya seribu tahun, serta dapat menghasilkan karya budaya yang menimbulkan semangat kepahlawanan.

Pesan harapan itu dijadikan sebagai kriteria penilaian oleh Tim Yuri, yang kemudian dirinci menjadi lima kriteria, meliputi harus memenuhi ketentuan apa yang dinamakan Nasional, menggambarkan dinamika dan berisi kepribadian Indonesia serta mencerminkan cita-cita bangsa, melambangkan dan menggambarkan api yang berkobar di dalam dada bangsa Indonesia, menggambarkan hal yang sebenarnya bergerak meski tersusun dari benda mati, dan tugu harus dibangun dari benda-benda yang tidak cepat berubah dan tahan berabad-abad.

Akan tetapi, dari dua kali sayembara itu, tidak ada rancangan yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan panitia. Ujung-ujungnya, beberapa arsitek ternama ditunjuk oleh ketua Tim Yuri, yaitu Soedarsono dan Ir F Silaban untuk menggambar rencana tugu Monas. Kedua arsitek itu kemudian sepakat membuat gambarnya sendiri-sendiri yang selanjutnya diajukan ke ketua Tim Yuri Presiden Soekarno dan ketua memilih gambar yang dibuat oleh Soedarsono.

Soedarsono dalam rancangannya mengemukakan landasan pemikiran yang mengakomodasi keinginan panitia. Landasan pemikiran tersebut meliputi kriteria Nasional. Beberapa unsur saat Proklamasi Kemerdekaan RI diambil Soedarsono yang mewujudkan revolusi nasional sedapat mungkin menerapkannya pada dimensi arsitekturnya yaitu angka 17, 8, dan 45 sebagai angka keramat Hari Proklamasi

Pembangunan Tugu Monas dilaksanakan secara tiga tahapan. Tahap pertama yaitu periode 1961-1965, pelaksanaan pekerjaannya di bawah pengawasan Panitia Monumen Nasional dan biayanya dari sumbangan masyarakat. Kemudian, tahap kedua pada periode 1966-1968, pekerjaannya masih dilakukan di bawah pengawasan panitia Monas. Namun, biaya pembangunan di tahap kedua itu dari anggaran Pemerintah Pusat melalui Sekertariat Negara. Pembangunan di tahap kedua ini sempat mengalami kelesuan, karena keterbatasan biaya.

Lalu, tahap ketiga pada periode 1969-1976, pelaksanaan pekerjaannya berada di bawah pengawasan Panitia Pembina Tugu Nasional. Biaya pembangunan di tahap ketiga itu dari Pemerintah Pusat atau Direktorat Jenderal Anggaran melalui Repelita dengan menggunakan Daftar Isian Proyek. Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961, dan mulai dibuka untuk umum sejak 12 Juli 1975.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Prabowo Lepas...
Momen Prabowo Lepas dan Lempar Bajunya untuk Buruh
Ini 11 Tuntutan Buruh...
Ini 11 Tuntutan Buruh di Peringatan May Day 2026
Presiden Prabowo Ingin...
Presiden Prabowo Ingin Warga Gembira di Momen Lebaran lewat Bazar Rakyat di Monas
Meriahkan HUT ke-80,...
Meriahkan HUT ke-80, TNI Gelar Pameran Alutsista Modern di Monas
Cerita Warga Bahagia...
Cerita Warga Bahagia Bisa Dekat Presiden saat Karnaval HUT ke-80 RI di Monas
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk dan Cium Anak-anak saat Karnaval HUT ke-80 RI di Monas
Libur Panjang, Monas...
Libur Panjang, Monas Diserbu 4.009 Pengunjung, 129 di Antaranya Wisatawan Mancanegara
Puluhan Bus dan Rombongan...
Puluhan Bus dan Rombongan Motor Padati Monas Jelang Peringatan Hari Buruh, Lalu Lintas Macet Parah
Peringatan May Day Jumat...
Peringatan May Day Jumat 1 Mei 2026, Hindari Ruas Jalan Menuju Monas
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Berita Terkini
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved