Jokowi 'Dibisiki' Epidemiolog saat Covid Melonjak Akibat Varian Delta

Kamis, 26 Agustus 2021 - 11:47 WIB
loading...
Jokowi Dibisiki Epidemiolog...
Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan saat ini perkembangan kasus Covid-19 harian di Indonesia sudah mulai membaik, setelah sebelumnya sempat melonjak tajam akibat varian Delta yang lebih infeksius.

"Alhamdulillah, perkembangan kasus harian di negara kita membaik," kata Jokowi saat membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia sebagaimana dilihat dari kanal YouTube Indef, Kamis (26/8/2021).

Jokowi ingat kala itu si awal Februari 2021 kasus Covid harian berada di angka 12.800. Kemudian di Februari, Maret, April, Mei, Juni itu angkanya mulai turun di 2.633 kasus. "Tetapi karena varian Delta kemudian melompat naik. Dan di 15 Juli sampai angka 56.000," jelasnya.

Setelah angka kasus melonjak tajam, tim epidemiolog 'membisiki' Presiden Jokowi untuk mengambil langkah luar biasa demi melandaikan kasus. Jokowi pun menyepakatinya dengan menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca juga: Riset AS Pastikan Antibodi ASI Lengkap Lebih Baik dari Vaksin COVID-19

"Tim epidemiolog saat itu menyampaikan pada saya 'Pak hati-hati karena ini bisa naik sampai 80.000 kemudian naik menjadi 160.000. Kalau itu tidak bisa kita hentikan akan bisa naik sampai di atas 400.000.' Tapi Alhamdulillah setelah berada di titik... terjadi penurunan," tuturnya.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan terus menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel selama pandemi Covid-19 masih ada di Indonesia.

"Perlu kita ketahui bersama PPKM ini akan terus berlaku selama pandemi," ujar Luhut, Senin 23 Agustus 2021.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Berita Terkini
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved