TNI AU Ungkap Tantangan saat Misi Evakuasi WNI dari Afghanistan
Senin, 23 Agustus 2021 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh dia mengatakan, koordinasi misi penjemputan harus dilakukan dengan beberapa pihak karena melewati jalur udara banyak negara. Kemudian, pihak TNI AU juga harus berkoordinasi dengan The North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang merupakan pemegang otoritas udara Afghanistan.
Baca juga: Yunani Pagari Perbatasan dengan Turki, Cegah ’Banjir’ Migran dari Afghanistan
"Kita itu melintas beberapa negara, perlu koordinasi untuk meminta izin lintas mendarat di beberapa tempat. Di Afghanistan sendiri ruang udara itu otoritas di negara-negara NATO, termasuk izin mendarat di Bandara Hamid Karza itu juga di NATO. Sehingga kita juga harus koordinasi ke otoritas penerbangan di wilayah udara Afghanistan," katanya.
Tak hanya tantangan itu yang dihadapi prajurit TNI AU, setibanya di Bandara Kabul, Afghanistan, alat pemandu pendaratan di bandara tak dapat beroperasi dengan baik. Menurutnya, lampu pendaratan pun diketahui tidak berfungsi. "Namun saya kira dengan keterampilan kegiatan pendaratan bisa berjalan dengan aman ya," katanya.
Dia menyebut, rencana evakuasi mundur dari waktu yang sudah ditentukan yakni selama 2 jam lantaran permasalahan administrasi. Menurutnya, sesuai dengan rencana, proses evakuasi ditargetkan selesai dalam waktu 30 menit saja.
"Ini bisa diatasi, dan tetep berlangsung dengan aman. Sehingga pesawat bisa kembali ke islamabad dengan selamat, kemudian bisa kembali ke Jakarta," katanya.
Baca juga: Yunani Pagari Perbatasan dengan Turki, Cegah ’Banjir’ Migran dari Afghanistan
"Kita itu melintas beberapa negara, perlu koordinasi untuk meminta izin lintas mendarat di beberapa tempat. Di Afghanistan sendiri ruang udara itu otoritas di negara-negara NATO, termasuk izin mendarat di Bandara Hamid Karza itu juga di NATO. Sehingga kita juga harus koordinasi ke otoritas penerbangan di wilayah udara Afghanistan," katanya.
Tak hanya tantangan itu yang dihadapi prajurit TNI AU, setibanya di Bandara Kabul, Afghanistan, alat pemandu pendaratan di bandara tak dapat beroperasi dengan baik. Menurutnya, lampu pendaratan pun diketahui tidak berfungsi. "Namun saya kira dengan keterampilan kegiatan pendaratan bisa berjalan dengan aman ya," katanya.
Dia menyebut, rencana evakuasi mundur dari waktu yang sudah ditentukan yakni selama 2 jam lantaran permasalahan administrasi. Menurutnya, sesuai dengan rencana, proses evakuasi ditargetkan selesai dalam waktu 30 menit saja.
"Ini bisa diatasi, dan tetep berlangsung dengan aman. Sehingga pesawat bisa kembali ke islamabad dengan selamat, kemudian bisa kembali ke Jakarta," katanya.
(abd)
Lihat Juga :