Cegah Radikalisme, Gus AMI Imbau untuk Bijak Pakai Medsos

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 04:07 WIB
loading...
Cegah Radikalisme, Gus AMI Imbau untuk Bijak Pakai Medsos
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin/Gus AMI). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin/Gus AMI) menjelaskan, di tengah wabah pandemi yang masih belum diketahui kapan akan berakhir masyarakat Indonesia masih tetap perlu mewaspadai gerakan penguatan politik identitas agama yang ada di dalam media sosial.

Baca juga: Punya Pengalaman Panjang, PKB Jakarta Dukung Gus AMI Nyapres

"Agama menjadi rujukan yang banyak diminati, agama juga menjadi kekuatan etis dan moral yang mendorong perubahan masyarakat, Agama berperan menjadi solusi," kata Gus Muhaimin dalam Webinar yang bertajuk "Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Menangkal Radikalisme", Jum'at, (20/8/2021)

Baca juga: Raker Perempuan Bangsa, Muncul Dukungan Gus AMI Capres 2024

"Di sisi yang lain agama kemudian subur, kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang melihat agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik, tujuan ideologis, tujuan semangat negatif, salah satunya melalui jaringan media sosial," lanjutnya.

Gua Muhaimin menyarakan kepada seluruh stakeholder, untuk menjembatani semangat keagamaan dengan kebhinekaan yang dimiliki Indonesia agar ideologi radikalisme tidak berkembang dengan pesat

"Dalam posisi seperti ini kita harus memiliki kemampuan semangat dan sekaligus intensitas untuk menjembatani semangat keagamaan ini dengan kesadaran untuk tidak mudah dimanfaatkan, nah suburnya radikalisme, fundamentalisme, agama di jadikan jalan untuk kemanfaatan ekonomi, politik dan lainnya ini yang harus di antisipasi," kata Gus Muhaimin.

Selanjutnya Gus Muhaimin menyebutkan Hasil analisis pakar dan tokoh mengungkapkan bahwa di media sosial dalam 5 tahun terakhir kecenderungan nya pasar radikalisme dan fundamentalisme subur bukan hanya di Indonesia akan tetapi diberbagai negara bukan hanya fundamentalisme dan radikalisme Islam tapi semua agama.

"Radikalisasi ini ada beberapa sebab, salah satunya keterasingan dengan perkembangan dan perubahan yang cepat, kaget terhadap ancaman dan kemudian lari pada solusi cepat yang berbentuk radikal," tuturnya.

Ketua Umum PKB itu menghimbau agar seluruh masyarakat Indonesia untuk bijak dalam penggunaan media sosial dalam rangka membendung gerakan radikalisme di Indonesia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1247 seconds (10.177#12.26)