Sukses Keluar dari Krisis Covid-19, Indonesia Perlu Tiru 4 Trik Selandia Baru?

Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:48 WIB
loading...
Sukses Keluar dari Krisis...
Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya membeberkan empat cara yang dilakukan pemerintah setempat sehingga lepas dari krisis Covid-19. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengungkap empat trik yang dilakukan negara tersebut berhasil terbebas dari krisis pandemi Covid-19. Selain tentang kesiapan pemerintah, peran seluruh penduduk Selandia Baru dalam penanganan Covid-19 juga menjadi kunci.

“Selandia Baru ini salah satu dari sedikit negara yang berhasil keluar dari krisis pandemi Covid-19 dengan baik. Menarik kita bahas di sini karena kebenaran saya salah seorang saksi mata, saksi ketika Covid datang ke negara ini dan masih berlangsung hingga saat ini,” kata Tantowi dalam webinar Indonesia Tangguh yang bertajuk “Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat”, Selasa (17/8/2021).

“Sukses dari Selandia Baru dalam menanggulangi Covid-19 ini sebenarnya terletak pada 4 hal. Pertama preparedness atau kesiapan, kedua adalah konsistensi dalam pelaksanaan berbagai undang-undang atau peraturan terkait Covid-19 respons, yang ketiga adalah komunikasi dari pemerintah dan keempat yang teramat penting adalah partisipasi dari masyarakat,” paparnya,

Baca juga: Berbekal Science dan Akademisi, Tantowi Yahya: Selandia Baru Berhasil Tekan Corona

Tantowi menjelaskan, preparedness ini berasal dari keuntungan Selandia Baru sebagai negara yang terletak paling selatan dunia. Ternyata, posisi yang selama ini kurang menguntungkan, terkait Covid-19 ini justru menguntungkan, karena negara ini yang paling akhir terdampak Covid-19.

“Ini ibarat orang ujian sekolah, yang lain jawab, jawab, yg paling akhir ini dapat benefitnya, karena dia jadi tahu, “oh jawaban ini salah, jawaban ini benar dan seterusnya”. Kurang lebih Selandia Baru juga seperti itu,” terangnya.

Sebagai negara yang paling akhir terkena Covid-19, kata politikus Partai Golkar ini, negara ini banyak belajar dari negara-negara yang terlebih dulu terkena Covid19. Jadi, Selandia Baru melakukan pendataan, observasi dan pembelajaran atau studi terhadap hal-hal yang dianggap gagal atau kurang tepat dilakukan di berbagai negara. Dari situ mereka perbaiki, sehingga mereka berhasil menciptakan suatu konsep bertindak cepat dan pintar.

“Nah, bertindak cepat ini, 2 bulan setelah Covid-19 muncul di Wuhan pada Desember dan Covid-19 muncul pada Februari, mereka dalam waktu 2 bulan melakukan tindakan yang sangat cepat,” ungkap Tantowi.

Menurut dia, cepat dalam menyiapkan infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur hukum. Penting sekali untuk menciptakan atau menyediakan berbagai perangkat hukum yang akan memudahkan para petugas dalam melakukan tindakan-tindakan yang dilakukan.

Baca juga: Selandia Baru Masukkan Indonesia Dalam Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19

“Mereka berhasil dalam waktu satu bulan membuat UU omnibus atau UU sapu jagat yang menggabungkan 4 UU yang ada. Jadi, bermodalkan Covid-19 Law ini segenap tugas yang terkait penanganan Covid-19 jadi mudah, leluasa dna tidak takut melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Kemudian, sambung mantan Anggota Komisi I DPR ini, bertindak pintar dalam artian mereka dalam waktu 2 bulan itu dipergunakan untuk berdiskusi intens dengan para ahli, epidemologist, akademisi, dan orang-orang yang dianggap pakar mengenai pandemi. Mereka-mereka inilah yang duduk bersama peemrintah untuk melahirkan berbagai peraturan-peraturan.

“Prepredness ini 2, mereka cepat dalam melakukan tindakan dan kedua, mereka pintar dlaam melakukan tindakan. produknya adalah kebijakan-kebijakan yang diberlakukan secara konsisten,” ujarnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengurus KAHMI AUNZ...
Pengurus KAHMI AUNZ Dilantik, Ini Pesan Penting Para Tokoh Nasional yang Hadir
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
Tiba di Jakarta, Pilot...
Tiba di Jakarta, Pilot Susi Air Diserahkan ke Kedubes Selandia Baru
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Infografis
Israel Paksa Tim Medis...
Israel Paksa Tim Medis Indonesia Keluar dari RS Kamal Adwan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved