Uighur Masih Menderita, IMM Desak KOI dan DPR RI Boikot Winter Olympics Beijing
Senin, 16 Agustus 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
“Parlemen kita harus lebih aktif berperan seperti Parlemen AS yang menganggap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan China, bukan persoalan etnis atau agama minoritas semata, melainkan persoalan global kemanusiaan. Dunia tidak boleh melanjutkan Olimpiade Musim Dingin Beijing, apalagi diam seolah-olah tidak ada yang salah dengan China,” tegas Rimbo Bugis.
Bukan karena mayoritas penduduknya beragama Islam, DPP IMM menilai sangat wajar jika Indonesia mengambil peran aktif dan reaktif terhadap permasalahan kemanusiaan di Xinjiang China, mengingat Indonesia pernah mengalami kondisi serupa dengan etnis Uighur pada masa penjajahan tempo dulu.
Rimbo Bugis menuturkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (17/8) dapat dijadikan momentum bagi pemerintah, DPR RI dan KOI untuk menunjukkan eksestensi sebagai negara yang ikut menjaga perdamaian dan nilai-nillai kemanusiaan di dunia sebagaimana amanat konstitusi, melalui jalur diplomatik seperti memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing sebelum China menghentikan seluruh kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.
“Coba baca mukadimah UUD 45, itu landasan kita untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Xinjiang. Atlit-atlit kita level dunia, terbukti menyemarakkan perhelatan olah raga dunia. Jangan kirim atlit kita sebelum persoalan Uighur dan minoritas di China selesai,” jelas Rimbo.
Dikutip dari https://www.rfa.org/english/news/tibet/olympics-genocide-07312021141743.html, Chris Smith, seorang anggota Kongres Partai Republik selama 21 periode dari New Jersey dan bersama Komisi Hak Asasi Manusia Kongres, Tom Lantos berbicara tentang kebijakan China yang semakin represif terhadap Tibet, Xinjiang, dan Hong Kong.
Bukan karena mayoritas penduduknya beragama Islam, DPP IMM menilai sangat wajar jika Indonesia mengambil peran aktif dan reaktif terhadap permasalahan kemanusiaan di Xinjiang China, mengingat Indonesia pernah mengalami kondisi serupa dengan etnis Uighur pada masa penjajahan tempo dulu.
Rimbo Bugis menuturkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (17/8) dapat dijadikan momentum bagi pemerintah, DPR RI dan KOI untuk menunjukkan eksestensi sebagai negara yang ikut menjaga perdamaian dan nilai-nillai kemanusiaan di dunia sebagaimana amanat konstitusi, melalui jalur diplomatik seperti memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing sebelum China menghentikan seluruh kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.
“Coba baca mukadimah UUD 45, itu landasan kita untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Xinjiang. Atlit-atlit kita level dunia, terbukti menyemarakkan perhelatan olah raga dunia. Jangan kirim atlit kita sebelum persoalan Uighur dan minoritas di China selesai,” jelas Rimbo.
Dikutip dari https://www.rfa.org/english/news/tibet/olympics-genocide-07312021141743.html, Chris Smith, seorang anggota Kongres Partai Republik selama 21 periode dari New Jersey dan bersama Komisi Hak Asasi Manusia Kongres, Tom Lantos berbicara tentang kebijakan China yang semakin represif terhadap Tibet, Xinjiang, dan Hong Kong.
Lihat Juga :