Samaun Bakri, Utusan Bung Karno yang Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Bandung Lautan Api, Samaun Bakri pindah ke Banten. Dia ditunjuk menjadi Wakil Residen Banten.
Di kemudian hari, sebagai Wakil Residen Banten dan sekaligus orang kepercayaan Presiden Soekarno, Samaun Bakri mendapat sebuah tugas negara, yakni misi rahasia yang tidak diumumkan ke masyarakat. Soekarno meminta Samaun agar mengantarkan 20 kilogram emas ke India untuk membeli pesawat.
Samaun Bakri tidak sendiri karena Soekarno membentuk tim. Samaun ditemani Bobby Earl Freeberg (Penerbang 1), Bambang Saptoadji (Penerbang II AURI), Santoso (Navigator AURI), Soemadi (Opsir Muda AURI), dan Sersan Udara Soerjatman (Radio Telegrafis. Mereka akan naik pesawat Dakota RI-002 milik Bobby Earl Feeeberg yang merupakan pilot Amerika kepercayaan Soekarno.
1 Oktober 1948, Samaun Bakri memulai perjalanan dari Lanud Gorda Serang, Banten dengan membawa 20 kilogram emas. Tujuan selanjutnya adalah Lampung pada pukul 07.00, dan ke Bengkulu pada pukul 14.00. Sesuai jadwal, Samaun dan pesawat yang ditumpanginya seharusnya mendarat pada pukul 00.05 WIB. Namun, para petugas bandara di Bengkulu tak melihat Samaun dan pesawatnya.
Keesokan harinya, setelah pencarian tak membuahkan hasil, Dakota RI-002 resmi dinyatakan hilang. 30 tahun kemudian, tepatnya 14 April 1978, dua pencari kayu menemukan bangkai pesawat tersebut di Bukit Punggur, Lampung Tengah. Selain itu, ditemukan pula kerangka jenazah. Tak ada emas yang ditemukan.
Lima kerangka jenazah yang naik pesawat tersebut, tanpa sang pilot yang tidak ditemukan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang pada 29 Juli 1978.
Tahun 2002, Samaun Bakri dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra Utama oleh Pemerintah Indonesia.
Di kemudian hari, sebagai Wakil Residen Banten dan sekaligus orang kepercayaan Presiden Soekarno, Samaun Bakri mendapat sebuah tugas negara, yakni misi rahasia yang tidak diumumkan ke masyarakat. Soekarno meminta Samaun agar mengantarkan 20 kilogram emas ke India untuk membeli pesawat.
Samaun Bakri tidak sendiri karena Soekarno membentuk tim. Samaun ditemani Bobby Earl Freeberg (Penerbang 1), Bambang Saptoadji (Penerbang II AURI), Santoso (Navigator AURI), Soemadi (Opsir Muda AURI), dan Sersan Udara Soerjatman (Radio Telegrafis. Mereka akan naik pesawat Dakota RI-002 milik Bobby Earl Feeeberg yang merupakan pilot Amerika kepercayaan Soekarno.
1 Oktober 1948, Samaun Bakri memulai perjalanan dari Lanud Gorda Serang, Banten dengan membawa 20 kilogram emas. Tujuan selanjutnya adalah Lampung pada pukul 07.00, dan ke Bengkulu pada pukul 14.00. Sesuai jadwal, Samaun dan pesawat yang ditumpanginya seharusnya mendarat pada pukul 00.05 WIB. Namun, para petugas bandara di Bengkulu tak melihat Samaun dan pesawatnya.
Keesokan harinya, setelah pencarian tak membuahkan hasil, Dakota RI-002 resmi dinyatakan hilang. 30 tahun kemudian, tepatnya 14 April 1978, dua pencari kayu menemukan bangkai pesawat tersebut di Bukit Punggur, Lampung Tengah. Selain itu, ditemukan pula kerangka jenazah. Tak ada emas yang ditemukan.
Lima kerangka jenazah yang naik pesawat tersebut, tanpa sang pilot yang tidak ditemukan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang pada 29 Juli 1978.
Tahun 2002, Samaun Bakri dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra Utama oleh Pemerintah Indonesia.
(zik)
Lihat Juga :