Samaun Bakri, Utusan Bung Karno yang Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:00 WIB
loading...
Samaun Bakri. Tangkapan layar YouTube Museum Perumusan Naskah Proklamasi
A
A
A
JAKARTA - Salah satu tokoh yang menjadi bagian perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah Samaun Bakri . Wartawan ini juga dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Pertama RI Soekarno ( Bung Karno ).
Samaun Bakri lahir di Nagari Kurai Taji, Nan Sabaris, Padang Pariaman, Sumatra Barat pada 28 April 1908. Samaun merupakan anak dari pasangan suami-istri Bagindo Abu Bakar dan Siti Syarifah.
Dikutip dari video PEMBUKAAN PAMERAN SAMAUN BAKRI yang tayang di YouTube Museum Perumusan Naskah Proklamasi, sejak kecil Samaun sudah membenci penjajah kolonial. Itu kerap dia serukan dalam tulisannya.
Samaun Bakri pernah bekerja di berbagai surat kabar. Di surat kabar Persamaan, Samaun kerap melontarkan kritikan tajam kepada Kontrolir Pariaman. Hal ini berujung diusirnya Samaun.
Baca juga: Cerita di Balik Nama Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo
Pindah ke Bengkulu, Samaun kembali berjuang lewat pena. Bersama surat kabar Sasaran, Samaun kerap memperjuangkan rakyat Bengkulu, propaganda, dan kritikan kepada penguasa. Sasaran pun diberedel.
Akhirnya dia mendirikan surat kabar Penabur bersama rekannya dari eks Sasaran. Dia juga sempat menjadi jurnalis dan penulis di penerbitan Muhammadiyah Bengkulu.
Samaun Bakri lahir di Nagari Kurai Taji, Nan Sabaris, Padang Pariaman, Sumatra Barat pada 28 April 1908. Samaun merupakan anak dari pasangan suami-istri Bagindo Abu Bakar dan Siti Syarifah.
Dikutip dari video PEMBUKAAN PAMERAN SAMAUN BAKRI yang tayang di YouTube Museum Perumusan Naskah Proklamasi, sejak kecil Samaun sudah membenci penjajah kolonial. Itu kerap dia serukan dalam tulisannya.
Samaun Bakri pernah bekerja di berbagai surat kabar. Di surat kabar Persamaan, Samaun kerap melontarkan kritikan tajam kepada Kontrolir Pariaman. Hal ini berujung diusirnya Samaun.
Baca juga: Cerita di Balik Nama Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo
Pindah ke Bengkulu, Samaun kembali berjuang lewat pena. Bersama surat kabar Sasaran, Samaun kerap memperjuangkan rakyat Bengkulu, propaganda, dan kritikan kepada penguasa. Sasaran pun diberedel.
Akhirnya dia mendirikan surat kabar Penabur bersama rekannya dari eks Sasaran. Dia juga sempat menjadi jurnalis dan penulis di penerbitan Muhammadiyah Bengkulu.
Lihat Juga :