Faldo Maldini: Tokoh Sumbar di Masa Lalu Utamakan Sikap Negarawan

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 20:06 WIB
loading...
Faldo Maldini: Tokoh Sumbar di Masa Lalu Utamakan Sikap Negarawan
Faldo Maldini menyatakan apa yang disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri soal Sumatera Barat (Sumbar) adalah tantangan yang harus dijawab. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini menyatakan apa yang disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri soal Sumatera Barat (Sumbar) adalah tantangan yang harus dijawab. Megawati Soekarnoputri dalam acara perayaan HUT ke-119 Bung Hatta mengatakan Sumatera Barat sudah berubah dan sudah tidak banyak tokoh yang populer dari Sumbar.

"Saya punya banyak kawan, yang punya pikiran beda, akhirnya pergi dari Sumatera Barat, bahkan sudah tidak merasa orang Sumbar. Ini yang agak disayangkan. Ini fakta. Bahkan bertahun-tahun tidak mau pulang karena pikiran bedanya tidak diterima," kata Faldo Maldini, Jumat (13/8/2021).

Menurutnya, pernyataan Presiden Megawati yang berdarah Minangkabau memotivasi orang-orang yang patah hati itu, banyak yang sama rasa. "Kami ingin terus bergerak. Yakin suatu saat sampai di masa itu lagi, bila alternatif pikiran terus hidup untuk mengoreksi pikiran dominan. Sebisa mungkin, ijan pindah abih (jangan pergi selamanya)," ujar Faldo Maldini.

Baca juga: Cerita Pernah Di-bully, Megawati Ungkap Perbedaan Sumbar Sekarang dan Dulu

Ia mengatakan tokoh-tokoh dari Sumatera Barat zaman dahulu, semuanya berbeda pandangan dan ideologi. Namun, mereka disatukan oleh sikap kenegarawanan. "Bung Hatta beda sama Bung Sjahrir. Tan Malaka beda lagi. Haji Agus Salim beda lagi. Namun, sikap kenegarawanan menyatukan mereka, bukan kepentingan jangka pendek. Apa itu negarawan? Menunda kepentingan pribadi dan kelompok, demi republik, demi bangsa yang mereka dirikan, walaupun di alam pikiran tidak pernah akur," katanya.

Sekarang, kondisi demikian tak terjadi di Sumbar. Menurut Alumnus Universitas Indonesia dan Imperial College London ini, banyak orang Sumatera Barat yang berbeda pandangan memilih untuk pergi. "Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di Sumatera Barat, kami harus terus berjuang, melakukan yang terbaik untuk bangsa ini. Negarawan-negarawan seperti Bung Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka tentu teladan kami dalam berpolitik," kata Faldo Maldini.

Baca juga: Megawati Sebut Sumbar Berbeda, Legislator PAN: Harus Dimaknai Positif
(abd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2282 seconds (10.55#12.26)