Tak Hanya Kritik, AHY: Demokrat Akan Bantu Atasi Pandemi dan Krisis Ekonomi

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 08:38 WIB
loading...
Tak Hanya Kritik, AHY:...
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, kader partai, dan para wakil rakyat dari Demokrat untuk meningkatkan bantuan pada rakyat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jelang usia dua dekade Partai Demokrat pada 9 September mendatang, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, kader partai, dan para wakil rakyat dari Demokrat untuk meningkatkan bantuan pada rakyat semaksimal mungkin dalam Bulan Bakti Demokrat yang digelar mulai 11 Agustus hingga akhir September 2021. Ini merupakan kelanjutan Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi yang sudah dijalankan selama 17 bulan ini.

"Saya instruksikan pada seluruh jajaran partai, khususnya pada para anggota Dewan Demokrat di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, untuk pertama, memanfaatkan waktu dan anggaran reses untuk semaksimal mungkin membantu konstituen masing-masing, sesuai kebutuhan mereka," ujar AHY dalam keterangannya yang dikutip Jumat (13/8/2021). Baca juga: Soal Penambahan Utang Rp515 Triliun, Demokrat Ingatkan Potensi Gagal Bayar

Kedua, AHY melanjutkan, menggerakkan struktur partai, relawan dan simpatisan yang dimiliki untuk semaksimal mungkin membantu rakyat dengan bergerak dari pintu ke pintu. Ketiga, jaga kesehatan diri, keluarga, pengurus, kader, simpatisan dan relawan yang terlibat.

"Sudah terlalu banyak pengurus, kader, simpatisan dan relawan maupun keluarga Demokrat yang gugur selama pandemi ini. Kita berduka," ucapnya.

Menurut putra sulung Presiden RI ke-6 ini, sejak Maret 2020 lalu, Demokrat sudah menjalankan Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi untuk membantu dengan berbagai cara, termasuk memberikan masukan pada pemerintah dalam penanganan pandemi.

"Kita juga sudah memberikan rekomendasi, saran serta mengingatkan pemerintah dengan berbagai cara," kata AHY dalam instruksi yang disampaikannya melalui siaran video.

Selain itu, AHY juga melihat bahwa selama 17 bulan pandemi ini berlangsung, belum ada tanda-tanda mereda dan perekonomian masih terpuruk.

"Memasuki bulan ke-17 sejak berlangsung, pandemi ini belum ada tanda-tanda mereda. Perekonomian rakyat masih terpuruk dan kita lihat pengangguran serta kemiskinan meningkat di sekeliling kita," jelas AHY.

Lebih dari itu, AHY menambahkan Partai Demokrat menyambut baik tren penurunan kasus harian COVID-19 selama beberapa hari ini tapi menyoroti turunnya angka tes dan lacak (testing dan tracing) yang jauh di bawah target 300.000 tes dan lacak per hari yang dicanangkan pemerintah. Partai Demokrat juga mempertanyakan dihilangkannya tingkat kematian sebagai salah satu indikator untuk mengukur efektivitas penanganan pandemi.

Ketidakselarasan pendataan yang menjadi alasan pemerintah untuk menghilangkan indikator ini, harusnya mendorong perbaikan pendataan, bukan menghapus indikator. Namun, AHY menegaskan Demokrat akan membantu mengatasi masalah pandemi dan krisis ekonomi, bukan hanya mengkritik.

"Sebagai partai yang didirikan dengan semangat pro rakyat, Partai Demokrat sejak awal berpandangan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi yang menyertainya adalah masalah yang juga kita harus bantu atasi, bukan hanya kita kritik, meski kita berada di luar pemerintahan," tegas Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini. Baca juga: TKA China Masuk Indonesia, Demokrat: Apa Pemerintah Tak Pernah Belajar dari Kegagalan?

Sementara itu, Srikandi Demokrat, yang dipimpin Annisa Pohan juga ikut berpartisipasi dalam bulan bakti Demokrat ini dengan menggelar program pengisian tabung oksigen gratis, yang ditujukan bagi para pasien COVID-19 yang sangat membutuhkan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
Manfaat Matcha Tak hanya...
Manfaat Matcha Tak hanya Lezat untuk Makanan dan Minuman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved