Persoalan Tanah di Pantura Tangerang Clear, Aktivis: Tidak Ada Mafia Tanah
Selasa, 10 Agustus 2021 - 14:04 WIB
loading...
Aktivis Pantura Kabupaten Tangerang, Dulamin Zhigo menilai para pengamat yang menghembuskan isu mafia tanah di wilayah Pantura secara tidak langsung menggiring opini pantura bermasalah dan mengganggu iklim investasi. Foto/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Aktivis Pantura Kabupaten Tangerang, Dulamin Zhigo menilai para pengamat yang menghembuskan isu mafia tanah di wilayah Pantura secara tidak langsung menggiring opini pantura bermasalah dan mengganggu iklim investasi.
"Patut diduga isu mafia tanah jelas dimainkan untuk tujuan membuat opini Pantura enggak ada baiknya di mata publik dan juga diduga mengganggu iklim investasi yang tengah progres dibangun di wilayah Pantura," ungkap Zhigo saat siaran tertulis yang diterima, Senin (9/8/2021). Baca juga: Diorder Gibran dkk, Baliho Puan Selamatkan Nasib Banyak Pekerja Advertising
Sebagai pelaku sejarah yakni Kordinator Aksi Unjuk Rasa persoalan pertanahan yang tumpang tindih (overlap) di Pantura, Zhigo menilai sudah clear. Menurutnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pejabat daerah seperti Bupati Tangerang dan DPRD sudah berjuang menyelesaikan aspirasi tersebut.
"Oleh sebab itu, saya tegaskan tidak ada yang namanya mafia tanah di Pantura, itu clear. Peran BPN, Pak Bupati dan DPRD saya nilai sudah bekerja dengan baik untuk mengatasi masalah administrasi keperdataan tumpang tindih tanah itu," tandasnya.
Ketua Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) ini menuturkan narasi mafia tanah bukan hanya menakuti-nakuti masyarakat saja. Bahkan, pengembang yang tengah membantu pemerintah daerah mendongkrak pemulihan ekonomi pasca situasi pandemi.
"Patut diduga isu mafia tanah jelas dimainkan untuk tujuan membuat opini Pantura enggak ada baiknya di mata publik dan juga diduga mengganggu iklim investasi yang tengah progres dibangun di wilayah Pantura," ungkap Zhigo saat siaran tertulis yang diterima, Senin (9/8/2021). Baca juga: Diorder Gibran dkk, Baliho Puan Selamatkan Nasib Banyak Pekerja Advertising
Sebagai pelaku sejarah yakni Kordinator Aksi Unjuk Rasa persoalan pertanahan yang tumpang tindih (overlap) di Pantura, Zhigo menilai sudah clear. Menurutnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pejabat daerah seperti Bupati Tangerang dan DPRD sudah berjuang menyelesaikan aspirasi tersebut.
"Oleh sebab itu, saya tegaskan tidak ada yang namanya mafia tanah di Pantura, itu clear. Peran BPN, Pak Bupati dan DPRD saya nilai sudah bekerja dengan baik untuk mengatasi masalah administrasi keperdataan tumpang tindih tanah itu," tandasnya.
Ketua Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) ini menuturkan narasi mafia tanah bukan hanya menakuti-nakuti masyarakat saja. Bahkan, pengembang yang tengah membantu pemerintah daerah mendongkrak pemulihan ekonomi pasca situasi pandemi.
Lihat Juga :