Masyarakat Rasakan Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir
Minggu, 08 Agustus 2021 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, kata Djayadi, publik secara umum juga sangat atau prihatin dengan enam masalah bangsa yang ada salah satunya korupsi, 44% publik merasa sangat prihatin terhadap masalah korupsi, lapangan kerja 44%, dan pertumbuhan ekonomi 43%. Sedangkan kerusakan lingkungan 32%, demokrasi 27%, dan perubahan iklim 26% atau lebh rendah tingkat keprihatinannya.
Namun demikian, dia menambahkan, mayoritas publik bersikap positif terhadap pemerintah dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan masalah lingkungan (76%). Mereka percaya pemerintah dapat menjaga lingkungan (75%), meski mereka juga setuju bahwa pemerintah lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi (71%).
Baca juga: Jadi Komisaris BUMN, Eks Napi Korupsi Emir Moeis Belum Lapor LHKPN
Diketahui, survei ini dilakukan melalui telepon pada 9-15 Juli 2021, dengan sampel basis nasional sebanyak 1.200 responden dan dilakukan tambahan sample di empat provinsi yakni Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara masing-masing menjadi 400 responden. Responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis sebanyak 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Tambahan sample di empat provinsi dengan jumlah sampel masing-masing 400 responden memiliki toleransi kesalahan ±5% pada tingkat kepercayaan 95%.
Namun demikian, dia menambahkan, mayoritas publik bersikap positif terhadap pemerintah dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan masalah lingkungan (76%). Mereka percaya pemerintah dapat menjaga lingkungan (75%), meski mereka juga setuju bahwa pemerintah lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi (71%).
Baca juga: Jadi Komisaris BUMN, Eks Napi Korupsi Emir Moeis Belum Lapor LHKPN
Diketahui, survei ini dilakukan melalui telepon pada 9-15 Juli 2021, dengan sampel basis nasional sebanyak 1.200 responden dan dilakukan tambahan sample di empat provinsi yakni Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara masing-masing menjadi 400 responden. Responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis sebanyak 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Tambahan sample di empat provinsi dengan jumlah sampel masing-masing 400 responden memiliki toleransi kesalahan ±5% pada tingkat kepercayaan 95%.
(muh)
Lihat Juga :