Indostrategic: Otot-Otot Politik AHY Lebih Kuat Dibanding Gatot
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 14:56 WIB
loading...
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gatot Nurmantyo. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dua tokoh eks militer yang ada di luar pemerintahan yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gatot Nurmantyo masuk daftar 10 besar calon presiden (capres) dalam survei Indostrategic yang dirilis pekan ini. Namun, AHY lebih tinggi elektabilitasnya ketimbang Gatot. Kenapa?
Dalam survei Indostrategic yang digelar 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 tersebut, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat AHY 6,4 persen, ada di urutan keenam. Sementara, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo ada di urutan kedelapan, dengan elektabilitas 1,8 persen.
"Angka elektabilitas Gatot dan AHY terpaut cukup jauh. Meskipun secara kepangkatan di militer AHY berada di bawah Gatot, tapi AHY lebih cepat menginvestasikan nama dan jaringan politiknya melalui mesin Partai Demokrat, sehingga otot-otot politik AHY lebih kuat dibanding Gatot," tutur Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam kepada SINDOnews, Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko
Menurut Umam, jabatan publik merupakan instrumen politik yang efektif untuk mengampanyekan nama, kiprah, dan rekam jejak seseorang. "Karena itu, mereka yang duduk di jabatan publik mudah mem-boosting elektabilitasnya dengan mengkapitalisasi peran publik yang mereka miliki," ungkapnya.
Dalam survei Indostrategic yang digelar 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 tersebut, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat AHY 6,4 persen, ada di urutan keenam. Sementara, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo ada di urutan kedelapan, dengan elektabilitas 1,8 persen.
"Angka elektabilitas Gatot dan AHY terpaut cukup jauh. Meskipun secara kepangkatan di militer AHY berada di bawah Gatot, tapi AHY lebih cepat menginvestasikan nama dan jaringan politiknya melalui mesin Partai Demokrat, sehingga otot-otot politik AHY lebih kuat dibanding Gatot," tutur Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam kepada SINDOnews, Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko
Menurut Umam, jabatan publik merupakan instrumen politik yang efektif untuk mengampanyekan nama, kiprah, dan rekam jejak seseorang. "Karena itu, mereka yang duduk di jabatan publik mudah mem-boosting elektabilitasnya dengan mengkapitalisasi peran publik yang mereka miliki," ungkapnya.
Lihat Juga :