KPU: Anggaran Rp535 M Belum Termasuk Penambahan TPS

Kamis, 28 Mei 2020 - 21:29 WIB
loading...
KPU: Anggaran Rp535...
KPU telah mengusulkan penambahan anggaran Rp 535,95 miliar untuk pembelian logistik APD pemilih dan penyelenggara dalam RDP Komisi II DPR, kemarin (27/5/2020). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengusulkan penambahan anggaran Rp 535,95 miliar untuk pembelian logistik alat pelindung diri (APD) untuk pemilih dan penyelenggara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR, kemarin (27/5/2020). Namun ternyata, penambahan anggaran itu belum termasuk biaya penambahan TPS (tempat pemungutan suara) guna mendukung physical distancing.

(Baca juga: DKPP Sebut Gugus Tugas Covid-19 Dukung Pilkada 9 Desember 2020)

"RDP tanggal 27 (Mei), 26 (Mei) malam kita rapat daring dengan seluruh provinsi. Sebelum kami rapat daring, kami rapat pleno, ada beberapa pilihan. Misalnya pengurangan jumlah pemilih per TPS, dari 800 maksimal menjadi 400, akan ada lonjakan dua kali lipat TPS maksimal," kata Ketua KPU KPU Arief Budiman dalam 'Lunch Break Bersama Ketua KPU: Antara Pandemi dan Pilkada, Harus Bagaimana?' secara virtual, Kamis (28/5/2020).

(Baca juga: Setuju Pilkada 9 Desember, DPR Minta KPU Ajukan Tambah Anggaran ke Pemda)

Namun, Arief mengungkap bahwa penambahan anggaran Rp535,95 miliar itu belum termasuk resizing atau penambahan jumlah dan perluasan TPS. Karena, KPU belum menggunakan data baru, dan semua persiapan yang dipaparkan masih berpatok pada jumlah yang eksisting yakni 150 ribu lebih TPS.

"Rp500 miliar itu belum termasuk resizing TPS. Kita belum pakai data baru, cara kita hitung kemarin dengan data eksisting jumlah TPS 150 ribu," ujarnya.

Selain itu, Arief juga meminta kepada KPU Daerah menginformasikan perkembangan Covid-19 di daerah dan hasilnya memang kecenderungannya meningkat. Soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di 270 daerah yang melaksanakan pilkada, ada 36 kabupaten/kota dan 4 provinsi yang menerapkan PSBB. Pihaknya juga menanyakan soal keinginan KPUD terkait pengurangan jumlah pemilih per TPS.

"Daerah rata-rata sudah menata pemilih per TPS sekitar 400-450 pemilih, bahkan ada yang 350. Sebenarnya, kami sudah memetakan TPS untuk pilkada 2020, kami mau lakukan e-rekap, data koordinat di masing-masing TPS, seandainya tidak ada pandemi temen-temen akan teruskan hampir 100%, dan setiap TPS sudah ada data koordinatnya," jelas Arief.

Karena itu lanjut dia, kalau ada penmabahan jumlah TPS tentu aka nada perubahan koordinat untuk e-rekap yang sudah berjalan. Tetapi, KPU pusat meminta kepada KPUD untuk terus menyiapkan diri karena, penambahan TPS ini akan berimplikasi besar terhadap anggaran karena, sebagian besar anggaran itu paling banyak dikeluarkan untuk penyelenggara ad hoc. Dan tiap TPS membutuhkan logistic dan juga penyelenggara ad hoc.

"Kami beri opsi tetap 800 atau maksimal 500, atau menjadi 300 agar antrean tidak terlalu panjang. sebagaian besar mereka mengusulkan menjadi 500, karena kondisi eksisting mereka ada yang tiap TPS 450-500 karena letak geografisnya," urainya.

Adapun target partisipasi pemilih, Arief mengatakan bahwa target KPU tetap 77,5%. Target ini juga yang di rencana strategis (renstra) KPU untuk Pemilu 2024. Tentu sebagai penyelenggara pemilu, pihaknya berharap bahwa partisipasi publik tetap tinggi, faktor utamanya pada bulan September dan Desember itu, bagaimana kurva pandeminya nanti.

"Walaupun protokol kesehatan sudah kita penuhi, hajatan ini diikuti dengan partisipasi dengan banyak pihak dengan antusiasme yang tinggi bagi daerah yang menyelenggarakan pilkada di daerah," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
DPRD Kabupaten Waropen...
DPRD Kabupaten Waropen Diminta Hentikan Proses PAW Nixon Yenusi
Pendidikan Ketua KPU...
Pendidikan Ketua KPU M Afifuddin yang Disanksi DKPP Sewa Jet Pribadi Rp90 Miliar
Rekomendasi
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved