Rencana Moeldoko Tempuh Jalur Hukum dan Somasi ICW Dinilai Perlu Didukung

Senin, 02 Agustus 2021 - 06:04 WIB
loading...
Rencana Moeldoko Tempuh...
Norman Hadinego Ketua Umum Pernusa, mendukung langkah-langkah hukum Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mensomasi ICW dan akan menempuh jalur hukum. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Norman Hadinego Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), mendukung langkah-langkah hukum Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mensomasi Indonesia Corruption Watch (ICW) dan akan menempuh jalur hukum.

Baca juga: ICW Desak KPK Tuntut Mantan Mensos Juliari Batubara Hukuman Seumur Hidup

Norman menilai, LSM antikorupsi itu merasa lebih hebat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam melakukan pengawasan terhadap pejabat publik.

Baca juga: Heboh Tuduhan Putri Moeldoko Bisnis Ivermectin, Aktivis 98: ICW Tidak Berperikemanusiaan

"Saya, Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara mendukung upaya Pak Moeldoko agar LSM jangan merasa sok hebat melebihi kewenangan DPR sebagai kontrol roda pemerintahan," kata Norman Minggu di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum Terhadap ICW, Moeldoko: Ini Menodai Kehormatan Saya

Dia menegaskan, LSM yang diduga mendapat aliran dana dari negara asing patut diwaspadai. "Mereka punya misi dan tujuan ingin merusak NKRI. ICW sama dengan ormas lain berdasarkan undang-undang keormasan," ucapnya.

"Akhir-akhir ini ICW terlalu over akting. Sumbangsih terhadap negara nihil, bahkan merecoki lembaga-lembaga negara seperti KPK dan yang lainnya. Tadinya saya berpikir ICW sebagai lembaga Negara ternyata sebuah LSM yang dapat bantuan dana negara asing," katanya menambahkan.

Norman menyebut, sudah saatnya ormas-ormas kebangsaan yang ada di negeri ini ikut mengontrol LSM-LSM yang membawa misi kepentingan negara asing.

"Perseteruan dengan Kepala KSP seharusnya tidak perlu terjadi. Rekan-rekan ICW disarankan agar minta maaf supaya tidak menjadi polemik dan fitnah yang berkepanjangan. Pak Moeldoko sudah benar memberikan ultimatum, jika tidak ada respons sebaiknya ICW diseret ke ranah hukum saja," tuturnya.

Penilaiannya, berdasarkan UU keormasan, seyogyanya ICW diawasi oleh pemerintah bukan sebaliknya. "Tugas mengawasi pemerintah adalah DPR. Saatnya Kementerian Dalam Negeri mengontrol LSM yang dibiayai negara asing dan harus di audit," ucap Norman.

Sebelumnya, Otto Hasibuan selaku penasihat hukum Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah kliennya mempromosikan Ivermectin sebagai obat untuk Covid-19.

"Saya kira tidak ada fakta bahwa Pak Moeldoko itu mempromosikan Ivermectin. Itu 'kan hanya yang disampaikan orang, di mana bukti-bukti bahwa Pak Moeldoko mempromosikan Ivermectin?" kata Otto Hasibuan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis 29 Juli.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terpilih Jadi Ketum...
Terpilih Jadi Ketum DPN HKTI secara Aklamasi, Sudaryono: Dualisme Kita Sudahi Per Hari Ini
Kubu Tom Lembong Minta...
Kubu Tom Lembong Minta Dihadirkan Moeldoko dan Gita Wirjawan di Ruang Sidang
Serahkan Nasib KSP ke...
Serahkan Nasib KSP ke Prabowo, Moeldoko Ancang-ancang Kembali Berbisnis
Istana Jawab Isu Pemerintah...
Istana Jawab Isu Pemerintah Sewa 1.000 Mobil untuk HUT ke-79 RI di IKN
Moeldoko Tak Setuju...
Moeldoko Tak Setuju TNI Berbisnis: TNI Profesional, Jangan Bergeser!
Hadapi Bonus Demografi,...
Hadapi Bonus Demografi, IFN Ajak 24 Tokoh Muda Optimalkan SDM Bangsa
Moeldoko: Tanpa TKDN,...
Moeldoko: Tanpa TKDN, Indonesia Hanya Jadi Pusat Impor Kendaraan Listrik
Penjualan Motor Listrik...
Penjualan Motor Listrik Ditarget Capai 8 Juta Unit di 2025, Mobil 2 Juta Unit
Soal Dana Tabungan Tapera...
Soal Dana Tabungan Tapera Rp567,5 Miliar Belum Dikembalikan, Moeldoko: Bakal Dibereskan
Rekomendasi
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Berita Terkini
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved