Fenomena Cuaca Gelombang Panas, BMKG : Tidak Terjadi di Indonesia
Senin, 02 Agustus 2021 - 00:05 WIB
loading...
BMKG memastikan sampai akhir Juli 2021, sebagian besar wilayah Indonesia (> 73% Zona Musim) berada pada musim kemarau. Walaupun hujan secara sporadis masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Dunia melaporkan terjadinya kejadian gelombang panas di wilayah Amerika Utara yang memecahkan beberapa rekor suhu tertinggi seperti di wilayah British Columbia Kanada setinggi 49.6 °C dan 47.7 °C di Phoenix Arizona pada pertengahan bulan Juni 2021.
Dari peristiwa ini berdampak luas pada kehidupan manusia maupun ekosistem. Pada minggu pertama bulan Agustus 2021, sedang berlangsung kejadian gelombang panas di Eropa yang diprediksi bisa mencapai suhu 40 - 45 °C di wilayah Eropa Selatan.
Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena cuaca dimana suhu udara panas terjadi lebih tinggi 5 °C dari rata-rata suhu maksimum hariannya, dan berlangsung selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.
Melihat fenomena gelombang panas ini memang biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Amerika, Eropa dan Australia, dan terjadi pada wilayah yang memiliki massa daratan yang luas. (Baca juga; California dan Nevada Terpanggang Gelombang Panas, Suhu Capai Rekor Tertinggi )
Secara dinamika atmosfer hal tersebut, dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak pada wilayah yang luas, misalnya saat terbentuknya sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan bertahan cukup lama.
Dari peristiwa ini berdampak luas pada kehidupan manusia maupun ekosistem. Pada minggu pertama bulan Agustus 2021, sedang berlangsung kejadian gelombang panas di Eropa yang diprediksi bisa mencapai suhu 40 - 45 °C di wilayah Eropa Selatan.
Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena cuaca dimana suhu udara panas terjadi lebih tinggi 5 °C dari rata-rata suhu maksimum hariannya, dan berlangsung selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.
Melihat fenomena gelombang panas ini memang biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Amerika, Eropa dan Australia, dan terjadi pada wilayah yang memiliki massa daratan yang luas. (Baca juga; California dan Nevada Terpanggang Gelombang Panas, Suhu Capai Rekor Tertinggi )
Secara dinamika atmosfer hal tersebut, dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak pada wilayah yang luas, misalnya saat terbentuknya sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan bertahan cukup lama.
Lihat Juga :