Kasus Corona di Beberapa Daerah Turun, Mendagri Semangati Jajaran Pemda
Jum'at, 30 Juli 2021 - 19:17 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Dico M Ganinduto saat menggelar konferensi pers di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (29/7/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melanjutkan kunjungannya ke Jawa Tengah dan terakhir di Kabupaten Kendal dimana Mendagri mengadakan Rapat Koordinasi terkait pembahasan Covid-19 yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Kamis 29 Juli 2021.
Baca juga: Kemendagri Sebut Penguatan Inovasi Daerah Bukan Hanya Pada Kuantitas, Tetapi Juga Kualitas
Tito mengatakan, masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di Kabupaten Kendal terbilang baik dengan hasil penyebaran kasus virus Corona (Covid-19) yang semakin menurun.
Tito menjelaskan, angka positif Rate dan Bed Occupancy Rate (BOR) yang kian menurun akan menjadi salah satu prihal yang diperhatikan oleh pemerintah.
Baca juga: Apresiasi Corona di 2 Daerah Ini Turun, Mendagri: Tingkatkan Insentif Nakes
"Dari data yang saya lihat bahwa Kabupaten Kendal dalam melakukan PPKM hasilnya cukup baik, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, BOR dari sebelumnya sempat 90 persen sekarang turun menjadi 60 persen," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).
Sebelumnya dalam kunjungan ke Kabupaten Brebes Mendagri Tito mengapresiasi pencairan insentif tenaga kesehatan daerahnya yang hampir mencapai 100 %
Baca juga: Mendagri Minta Tangsel Sediakan Tempat Isoman Terpusat hingga Tingkat Kelurahan
Pada saat rapat koordinasi dengan berbagai pemerintah daerah, Tito juga melakukan empat fokus pembahasan yang meliputi Penanganan Covid-19, Struktur Covid-19, Vaksinasi dan Anggaran APBD terkait realisasi belanja.
Selain itu terkait vaksinasi, Mendagri mengakui bahwa seluruhnya tergantung pada suplai vaksin dari pusat. "Pelaksanaan vaksin yang terdapat di Jawa Tengah seluruhnya telah baik, bahkan beberapa sentra vaksin saat ini telah banyak diketahui oleh sebagian masyarakat," jelasnya.
Sementara menurut informasi yang didapat, pada bulan Agustus nanti Pemerintah Pusat memiliki Target untuk menggencarkan kembali vaksin sesuai dengan jadwal.
"Tim ahli saat ini sedang berusaha melakukan pengembangan vaksin mandiri agar segera sukses dan mampu dilakukan produksi masal," tegas Tito.
Pada kesempatan tersebut, tidak lupa mendagri terus menyemangati jajaran pemerintah daerah untuk selalu bekerja keras, meskipun di tengah angka penularan Covid-19 yang masih fluktuatif.
"Kami datang untuk memotivasi temen-teman (jajaran pemda) di tengah lonjakan varian baru, khususnya varian Delta agar teman-teman lebih "aware" dan lebih antisipatif dibanding saat menghadapi varian sebelumnya," ucapnya.
Setiap kunjungannya ke daerah-daerah Mendagri selalu mendorong jajaran pemerintah daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah agar tetap kompak dan semangat dalam melawan Covid-19.
Sebelumnya diketahui dalam sepekan terakgir ini Mendagri terus mengelilingi banyak daerah di tiga Provinsi yaitu Jabar dengan mengunjungi Kota Depok dan Kabupaten Bekasi , Kabupaten Cirebon dan Indramayu , Banten ke Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel dan terakhir ke Jawa Tengah yaitu Kabupaten Brebes dan Tegal.
Baca juga: Kemendagri Sebut Penguatan Inovasi Daerah Bukan Hanya Pada Kuantitas, Tetapi Juga Kualitas
Tito mengatakan, masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di Kabupaten Kendal terbilang baik dengan hasil penyebaran kasus virus Corona (Covid-19) yang semakin menurun.
Tito menjelaskan, angka positif Rate dan Bed Occupancy Rate (BOR) yang kian menurun akan menjadi salah satu prihal yang diperhatikan oleh pemerintah.
Baca juga: Apresiasi Corona di 2 Daerah Ini Turun, Mendagri: Tingkatkan Insentif Nakes
"Dari data yang saya lihat bahwa Kabupaten Kendal dalam melakukan PPKM hasilnya cukup baik, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, BOR dari sebelumnya sempat 90 persen sekarang turun menjadi 60 persen," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).
Sebelumnya dalam kunjungan ke Kabupaten Brebes Mendagri Tito mengapresiasi pencairan insentif tenaga kesehatan daerahnya yang hampir mencapai 100 %
Baca juga: Mendagri Minta Tangsel Sediakan Tempat Isoman Terpusat hingga Tingkat Kelurahan
Pada saat rapat koordinasi dengan berbagai pemerintah daerah, Tito juga melakukan empat fokus pembahasan yang meliputi Penanganan Covid-19, Struktur Covid-19, Vaksinasi dan Anggaran APBD terkait realisasi belanja.
Selain itu terkait vaksinasi, Mendagri mengakui bahwa seluruhnya tergantung pada suplai vaksin dari pusat. "Pelaksanaan vaksin yang terdapat di Jawa Tengah seluruhnya telah baik, bahkan beberapa sentra vaksin saat ini telah banyak diketahui oleh sebagian masyarakat," jelasnya.
Sementara menurut informasi yang didapat, pada bulan Agustus nanti Pemerintah Pusat memiliki Target untuk menggencarkan kembali vaksin sesuai dengan jadwal.
"Tim ahli saat ini sedang berusaha melakukan pengembangan vaksin mandiri agar segera sukses dan mampu dilakukan produksi masal," tegas Tito.
Pada kesempatan tersebut, tidak lupa mendagri terus menyemangati jajaran pemerintah daerah untuk selalu bekerja keras, meskipun di tengah angka penularan Covid-19 yang masih fluktuatif.
"Kami datang untuk memotivasi temen-teman (jajaran pemda) di tengah lonjakan varian baru, khususnya varian Delta agar teman-teman lebih "aware" dan lebih antisipatif dibanding saat menghadapi varian sebelumnya," ucapnya.
Setiap kunjungannya ke daerah-daerah Mendagri selalu mendorong jajaran pemerintah daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah agar tetap kompak dan semangat dalam melawan Covid-19.
Sebelumnya diketahui dalam sepekan terakgir ini Mendagri terus mengelilingi banyak daerah di tiga Provinsi yaitu Jabar dengan mengunjungi Kota Depok dan Kabupaten Bekasi , Kabupaten Cirebon dan Indramayu , Banten ke Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel dan terakhir ke Jawa Tengah yaitu Kabupaten Brebes dan Tegal.
(maf)
Lihat Juga :