Berharap Liga 1 dan Liga 2 Bergulir, Ketua DPD RI Dukung APPI
Jum'at, 30 Juli 2021 - 17:10 WIB
loading...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberi dukungan kepada Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) yang memperjuangkan agar kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2 bisa bergulir. Foto/Istimewa
A
A
A
MADIUN - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberi dukungan kepada Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) yang memperjuangkan agar kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2 bisa bergulir. APPI mengirim surat terbuka ke Presiden RI Joko Widodo yang ditandatangani semua perwakilan pemain dari 18 klub peserta Liga 1 .
Sebagai Mantan Ketua Umum PSSI, LaNyalla berharap pemerintah dapat mengakomodir keinginan para pesepakbola profesional tersebut. "Sangat wajar kalau para pemain bola profesional menuntut agar kompetisi segera digelar. Kompetisi sepak bola di Tanah Air sudah vakum hampir 1,5 tahun. Artinya, para pemain telah kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah," ujar LaNyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Jumat (30/7/2021).
LaNyalla mengaku banyak pemain bola profesional yang kini kehidupannya memprihatinkan. Mereka terpaksa bekerja apa saja untuk bertahan hidup. Ada yang menjadi Satpam, driver ojek online, pedagang kaki lima dan lainnya.
Baca juga: Yakin Liga 1 Bergulir, Nick Kuipers Tetap Bertahan di Markas Persib Bandung
"Ironisnya, di tengah banyaknya bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi, mereka ini seperti terlewat, tidak mendapat bantuan karena dipandang sebagai orang berpenghasilan layak," ungkapnya.
Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 terhenti pada pertengahan Maret 2020. Rencananya Liga 1 2021 akan bergulir mulai 9 Juli. Namun, akhirnya ditunda ke Agustus karena pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Setelah PPKM diperpanjang hingga 2 Agustus, nasib kompetisi belum juga ada kejelasan.
Menurut LaNyalla, kunci kepastian penyelenggaraan liga, selain faktor laju angka kasus Covid-19, juga lobi dari PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ke BNPB sebagai Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dalam mempersiapkan kompetisi yang aman dari sisi kesehatan.
Sebagai Mantan Ketua Umum PSSI, LaNyalla berharap pemerintah dapat mengakomodir keinginan para pesepakbola profesional tersebut. "Sangat wajar kalau para pemain bola profesional menuntut agar kompetisi segera digelar. Kompetisi sepak bola di Tanah Air sudah vakum hampir 1,5 tahun. Artinya, para pemain telah kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah," ujar LaNyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Jumat (30/7/2021).
LaNyalla mengaku banyak pemain bola profesional yang kini kehidupannya memprihatinkan. Mereka terpaksa bekerja apa saja untuk bertahan hidup. Ada yang menjadi Satpam, driver ojek online, pedagang kaki lima dan lainnya.
Baca juga: Yakin Liga 1 Bergulir, Nick Kuipers Tetap Bertahan di Markas Persib Bandung
"Ironisnya, di tengah banyaknya bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi, mereka ini seperti terlewat, tidak mendapat bantuan karena dipandang sebagai orang berpenghasilan layak," ungkapnya.
Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 terhenti pada pertengahan Maret 2020. Rencananya Liga 1 2021 akan bergulir mulai 9 Juli. Namun, akhirnya ditunda ke Agustus karena pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Setelah PPKM diperpanjang hingga 2 Agustus, nasib kompetisi belum juga ada kejelasan.
Menurut LaNyalla, kunci kepastian penyelenggaraan liga, selain faktor laju angka kasus Covid-19, juga lobi dari PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ke BNPB sebagai Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dalam mempersiapkan kompetisi yang aman dari sisi kesehatan.
Lihat Juga :