30.000 Kematian COVID-19 Terjadi di Juli, Satgas: Harus Menjadi Alarm Pemda

Jum'at, 30 Juli 2021 - 09:34 WIB
loading...
30.000 Kematian COVID-19 Terjadi di Juli, Satgas: Harus Menjadi Alarm Pemda
Keluarga mensalatkan jenazah sebelum dimakamkan dengan protokol COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus COVID-19, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (13/7/2021). FOTO/ANTARA/Muhammad Iqbal
A A A
JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan angka kematian pasien COVID-19 dalam 2 minggu terakhir cukup mengkhawatirkan meski masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dilanjutkan.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, Juli mencatatkan jumlah kematian tertinggi sejak awal pandemi. Tercatat sudah mencapai 30.168 kematian (per 28 Juli 2021) dengan rata-rata melebihi 1.000 kasus per hari dan tertinggi terjadi pada 27 Juli 2021 sebanyak 2.069 kasus per hari. Angka Juli ini meningkat drastis dibandingkan Juni 2021 sebesar 7.913 kematian.

Secara rincinya, ada 10 provinsi dengan kenaikan angka tertinggi pekan ini. Di antaranya, Jawa Tengah (naik 825), Jawa Timur (naik 586), DKI Jakarta (naik 510), Kalimantan Timur (naik 189), DI Yogyakarta (naik 136), Riau (naik 136), Bali (naik 53), Sulawesi Selatan (naik 48), Kalimantan Selatan (naik 44) dan Sumatera Selatan (naik 43).

Baca juga: 30 Ribu dari 90 Ribu Kematian Covid-19 Terjadi Bulan Ini, Tertinggi Selama Pandemi

"Hal ini seharusnya menjadi alarm, bagi pemerintah daerah karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tidak menjalankan PPKM Level 4," kata Wiku dalam keterangan persnya dikutip, Jumat (30/7/2021).

Jika melihat secara rinci dari 10 besar provinsi tersebut, 5 di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa-Bali. Meskipun Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi kenaikan kematian, tapi perlu juga diwaspadai Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan yang turut menjadi penyumbang tertinggi kenaikan kematian mingguan.

Menyikapi hal ini, sejak terjadinya lonjakan kasus pada akhir Juni lalu, pemerintah telah meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan demi mencegah kematian. Beberapa upaya dilakukan, seperti penambahan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di Pulau Jawa-Bali.Serta melakukan penambahan tempat tidur ruang isolasi yang tersebar di Banten (868), DKI Jakarta (17.594), Jawa Barat (6.089), DI Yogyakarta (7.399) dan Bali (1.001). Bantuan lainnya diberikan untuk rumah sakit berupa tenda serbaguna, toilet portable, velbed dan selimut.

Baca juga: Satgas Minta Pemda Terus Pantau RS untuk Cegah Kematian Pasien Covid-19

Wiku pun menekankan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi upaya penanganan di wilayahnya masing-masing. Mengingat, angka kematian masih terus meningkat. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menekan laju penularan dan mencegah terjadinya kematian pasien COVID-19.

"Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan peningkatan penanganan, sehingga kasus kematian pasien dapat dihindari," kata Wiku.
(abd)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3286 seconds (0.1#10.140)