Varian Delta Plus Terdeteksi di Indonesia, DPR Minta Pemerintah Perkuat Penelitian

Kamis, 29 Juli 2021 - 07:55 WIB
loading...
Varian Delta Plus Terdeteksi...
Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi mendorong pemerintah agar memperkuat Whole Genome Sequencing (WGS) atau upaya penelitian untuk mengetahui penyebaran mutasi Covid-19 di Tanah Air. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Belum selesai varian Delta asal India yang masih menghantui masyarakat, kini varian Delta plus (B.1.617.2.1 atau AY.1) mulai terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia. Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio menyampaikan bahwa varian tersebut sudah ditemukan di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi mendorong pemerintah agar memperkuat Whole Genome Sequencing (WGS) atau upaya penelitian untuk mengetahui penyebaran mutasi Covid-19 di Tanah Air, sehingga pemerintah memiliki basis dalam pengambilan kebijakan.

"Manfaat WGS sebagai data keseluruhan sangat penting untuk penanganan pandemi, apalagi dengan penambahan kasus positif per hari dan angka kematian yang tinggi, juga pengadaan jenis vaksin yang digunakan," kata Intan kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Kenali 3 Sifat Varian Delta Plus yang Mengkhawatirkan! Kebal Obat Salah Satunya

Intan menjelaskan, kecepatan uji WGS di Indonesia masih banyak kendala terutama tidak adanya dukungan dari pemerintah dalam hal anggaran penelitian. Padahal, para peneliti di lembaga penelitian Indonesia memiliki kemampuan setara dengan para peneliti di luar negeri. Bukan hanya mampu melakukan WGS, tapi juga membuat vaksin.

"Keunggulan SDM Indonesia itu perlu dukungan anggaran dan sarana prasarana. Saat ini lembaga penelitian terutama yang berada di berbagai universitas harus melakukan swadana, baik untuk peralatan dan beban biaya operasional para peneliti," kata Ketua Umuk Perempuan PAN ini.

Menurut Intan, jika mahasiswa Indonesia di Oxford University, Indra Rudiansyah dapat ikut berperan di balik peluncuran Vaksin Astra Zeneca, tentunya jika Pemerintah mau memberi sarana prasarana dan anggaran seperti di luar negeri, maka para peneliti Indonesia akan berprestasi dan berkontribusi dalam penanganan pandemi dengan hasil WGS termasuk percepatan Vaksin Merah Putih.

Baca juga: Mampukah Vaksin COVID-19 yang Ada Sekarang Melawan Varian Delta Plus?

Menurut legislator Dapil Depok-Bekasi ini, Indonesia kini terdapat 17 Lab yang bisa melaksanakan Whole Genome Sequencing. Lab itu antara lain: Litbangkes-Kemenkes, Eijkman, LIPI, FKUI, ITB-Labkesda Jabar-UNPAD, ITD Unair, UGM, UNS, FK Andalas, BPPT, FK UIN, FK UNTAN, FK USU, Univ. UPN veteran, Clinical Microbiology Lab RSPTN Universitas Hasanuddin dan MRIN UPH.

"Biaya untuk melakukan uji WGS di Indonesia sangat mahal karena tingginya harga mesin dan alat reagan WGS yang masih impor. Juga produsen dan distributor sangat terbatas, sehingga memperlambat penelitian. Perlu ada kebijakan relaksasi pajak dan kemudahan pengadaan peralatan penelitian di masa Pandemi," papar Intan.

Oleh karena itu, bendahara PAN ini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia patut waspada sebab kini sudah ditemukan 197 kasus di 11 negara. Hal ini wajib menjadi alarm bagi Indonesia. "Perlu dilakukan pemantauan dan mitigasi wabah secara dini di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved