Curhat Cak Imin di Koalisi Pemerintah, Punya Kekuatan Strategis Tapi Takut Gagal
Jum'at, 23 Juli 2021 - 22:29 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan suka duka ikut dalam koalisi pemerintahan.Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkapkan suka duka ikut dalam koalisi pemerintahan. Menurutnya, menjadi bagian the rulling party atau partai penguasa ini memiliki dua sisi yang menentukan penilaian public terhadap PKB.
“Kebetulan kita hari ini bersama pemerintah, bersama koalisi the rulling party, yaitu partai pemerintah, partai yang mengelola pemerintahan, ada dua sisi yang bersamaan di tengah pemerintahan yang sedang memimpin hari ini,” kata Cak Imin dalam sambutannya di acara Harlah PKB ke-23 yang bertajuk “Doa dan Syukur 23 Tahun PKB” yang digelar secara fisik dan daring, Jumat (23/7/2021).
Sisi pertama, Cak Imin menjelaskan, PKB akan memiliki tanggung jawab yang diuji oleh rakyat, sejauh mana PKB bersama koalisi pemerintah. Bahkan, PKB memiliki Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, punya menteri, pimpinan DPR, pimpinan MPR, dan PKB juga punya berbagai jabatan-jabatan publik sebagai bagian dari partai penguasa. Baca juga: Minta PKB dan NU Makin Solid Hadapi 2024, Said Aqil: Bukan Saatnya Lagi Tegang-tegangan
“Di satu sisi, kita punya kekuatan strategis, ikut mengarahkan dan menentukan, dan kalau berhasil, maka otomatis kita ikut berhasil dengan baik. Di sisi yang lain, kalau pemerintah gagal maka kita bisa berbahaya menjadi partai yang gagal,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR ini meminta agar PKB harus pandai dalam mengambil peran, baik itu di level nasional, level provinsi maupun di level kabupaten/kota. Agar, kalau pemerintah gagal dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini, PKB harus menjadi pendorong untuk tidak boleh gagal. Baca juga: Harlah ke-23, Gus Muhaimin: PKB Akan Hadir sebagai Solusi
“Kebetulan kita hari ini bersama pemerintah, bersama koalisi the rulling party, yaitu partai pemerintah, partai yang mengelola pemerintahan, ada dua sisi yang bersamaan di tengah pemerintahan yang sedang memimpin hari ini,” kata Cak Imin dalam sambutannya di acara Harlah PKB ke-23 yang bertajuk “Doa dan Syukur 23 Tahun PKB” yang digelar secara fisik dan daring, Jumat (23/7/2021).
Sisi pertama, Cak Imin menjelaskan, PKB akan memiliki tanggung jawab yang diuji oleh rakyat, sejauh mana PKB bersama koalisi pemerintah. Bahkan, PKB memiliki Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, punya menteri, pimpinan DPR, pimpinan MPR, dan PKB juga punya berbagai jabatan-jabatan publik sebagai bagian dari partai penguasa. Baca juga: Minta PKB dan NU Makin Solid Hadapi 2024, Said Aqil: Bukan Saatnya Lagi Tegang-tegangan
“Di satu sisi, kita punya kekuatan strategis, ikut mengarahkan dan menentukan, dan kalau berhasil, maka otomatis kita ikut berhasil dengan baik. Di sisi yang lain, kalau pemerintah gagal maka kita bisa berbahaya menjadi partai yang gagal,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR ini meminta agar PKB harus pandai dalam mengambil peran, baik itu di level nasional, level provinsi maupun di level kabupaten/kota. Agar, kalau pemerintah gagal dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini, PKB harus menjadi pendorong untuk tidak boleh gagal. Baca juga: Harlah ke-23, Gus Muhaimin: PKB Akan Hadir sebagai Solusi
Lihat Juga :