Cerita Nakes Kelelahan dan Bahrudin Penggali Kubur Bertubuh Atletis
Rabu, 21 Juli 2021 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Karena ruang penanganan Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi penuh, dia pun minta kepada ketua lingkungan RT maupun RW, untuk mengedukasi ke warganya jika bergejala ringan cukup isolasi di rumah saja.
Menurut dia, kenaikan pasien Covid-19 amat dirasakan pasca-Lebaran Idulfitri tahun ini. Diperkirakan kenaikan dua kali lipat dibanding sebelumnya. Hampir semua rumah sakit penuh diisi dengan pasien Covid-19. "Intensitasnya sangat tinggi pasca-Lebaran, kita terus koordinasi dengan pihak RSUD untuk ketersediaan ruangan perawatan,” ucapnya.
![Cerita Nakes Kelelahan dan Bahrudin Penggali Kubur Bertubuh Atletis]()
Sementara, seorang penggali kubur di TPU Pedurenan sempat viral karena berbadan sangat atletis dan menjadi perbincangan netizen di media sosial. Namanya Bahrudin (32), tukang gali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi memang biasa saja.
Baca juga: Tenaga Medis Kurang, Pemkab Bekasi Siapkan THL Jadi Relawan Covid-19
Pakaiannya dekil penuh noda tanah merah, bertelanjang kaki tanpa alas, melangkah dengan sederhana menyusuri kompleks pemakaman. Meskipun ototnya sangat kuat, pria asli Padurenan ini mengaku sangat kelelahan dan sampai kewalahan. "Hampir 30 orang setiap hari dikuburkan di sini, dan rekornya mencapai 300 orang pada pekan lalu," katanya.
Berbicara dengan logat Betawi khas Bekasi, dia memang benar-benar tampak sederhana. Namun, pembawaan sederhana itu perlahan akan teralihkan ketika, ayah dua orang anak ini mulai memegang cangkul yang digenggamnya. Di balik pakaian dekilnya, Bahrudin memiliki badan atletis bak model saat beraksi menggali kubur sambil bertelanjang dada.
Lengannya kekar, genggamannya erat. Ditambah kulit sawo matang, menambahkan kesan pria macho ada pada diri Bahrudin. Tiap hentakan cangkul yang menyentuh tanah, otot-otot Bahrudin terlihat jelas. Mulai dari lengan, punggung dan tidak kalah menarik pada bagian perutnya. "Tetap aja saya kewalahan menguburkan jenazah setiap harinya," tegasnya.
Bahrudin mengaku baru sekitar dua tahun bekerja sebagai tukang gali kubur, sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh kasar di beberapa perusahaan. Memiliki badan atletis diakuinya, sama sekali tidak terpikirkan. Bahkan, dia merasa selama ini badannya biasa saja. "Karena pekerjaan saya ini ibadah, dan saya harap insentif cepat turun," katanya.
Menurut dia, kenaikan pasien Covid-19 amat dirasakan pasca-Lebaran Idulfitri tahun ini. Diperkirakan kenaikan dua kali lipat dibanding sebelumnya. Hampir semua rumah sakit penuh diisi dengan pasien Covid-19. "Intensitasnya sangat tinggi pasca-Lebaran, kita terus koordinasi dengan pihak RSUD untuk ketersediaan ruangan perawatan,” ucapnya.

Sementara, seorang penggali kubur di TPU Pedurenan sempat viral karena berbadan sangat atletis dan menjadi perbincangan netizen di media sosial. Namanya Bahrudin (32), tukang gali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi memang biasa saja.
Baca juga: Tenaga Medis Kurang, Pemkab Bekasi Siapkan THL Jadi Relawan Covid-19
Pakaiannya dekil penuh noda tanah merah, bertelanjang kaki tanpa alas, melangkah dengan sederhana menyusuri kompleks pemakaman. Meskipun ototnya sangat kuat, pria asli Padurenan ini mengaku sangat kelelahan dan sampai kewalahan. "Hampir 30 orang setiap hari dikuburkan di sini, dan rekornya mencapai 300 orang pada pekan lalu," katanya.
Berbicara dengan logat Betawi khas Bekasi, dia memang benar-benar tampak sederhana. Namun, pembawaan sederhana itu perlahan akan teralihkan ketika, ayah dua orang anak ini mulai memegang cangkul yang digenggamnya. Di balik pakaian dekilnya, Bahrudin memiliki badan atletis bak model saat beraksi menggali kubur sambil bertelanjang dada.
Lengannya kekar, genggamannya erat. Ditambah kulit sawo matang, menambahkan kesan pria macho ada pada diri Bahrudin. Tiap hentakan cangkul yang menyentuh tanah, otot-otot Bahrudin terlihat jelas. Mulai dari lengan, punggung dan tidak kalah menarik pada bagian perutnya. "Tetap aja saya kewalahan menguburkan jenazah setiap harinya," tegasnya.
Bahrudin mengaku baru sekitar dua tahun bekerja sebagai tukang gali kubur, sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh kasar di beberapa perusahaan. Memiliki badan atletis diakuinya, sama sekali tidak terpikirkan. Bahkan, dia merasa selama ini badannya biasa saja. "Karena pekerjaan saya ini ibadah, dan saya harap insentif cepat turun," katanya.
Lihat Juga :