Perpanjangan PPKM Darurat, Koordinasi Pusat dan Daerah Perlu Dibenahi

Rabu, 21 Juli 2021 - 09:33 WIB
loading...
Perpanjangan PPKM Darurat,...
Politikus PKS Sukamta meminta agar koordinasi pemerintah pusat dan daerah ditingkatkan dalam masa perpanjangan PPKM Darurat. Foto/dok.SIDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa pemerintah akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hinhha 25 Juli. Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Sukamta menilai bahwa dalam pelaksanaan PPKM Darurat selama lebih dari 2 pekan kemaron, masih saja mendapat informasi dari derah adanya kekurangan pasokan oksigen, antren pasien di rumah sakit (RS), juga kekurangan tenaga kesehatan karena banyak yang berguguran karena tertular Covid.

Oleh sebab itu Sukamta menyebut ada 3 prioritas yang harus disegera dituntaskan oleh Pemerintah dalam PPKM Darurat ini. "Pertama dan yang paling mendesak adalah pemerintah harus pastikan semua daerah telah siap fasilitas kesehatan, rumah sakit darurat dan juga puskesmas untuk tangani pasien covid. Pastikan ketersediaan tenaga kesehatan dan insentifnya tidak terlambat diberikan. Para nakes dan relawan covid adalah garda terdepan untuk melawan Covid," kata Sukamta dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat, Istilah Berbeda Aturannya Sama

Kedua, lanjut legislator asal Yogyakarta ini, yang harus segera dituntaskan adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk keluarga miskin, buruh, juga mereka yang kehilangan pekerjaan karena adanya PPKM. Pemerintah jika perlu bisa menambah besaran anggaran untuk bansos dengan mengalihkan Rp 50 triliun anggaran infrastruktur jalan tol.

Selanjutnya dam yang tidak kalah penting, kata Sukamta, pemerintah harus segera membenahi koordinasi antara pusat dengan daerah. Pemerintah jangan hanya membuat rapor daerah, ada keterbatasan di daerah yang harus dibantu pemerintah, termasuk koordinasi pembenahan manajemen data Covid hingga tingkat daerah.

"Ada gap yang besar antara data di kabupaten-kota dengan provinsi dan pusat. Ini bisa berbahaya jika menjadi pijakan dalam pengambilan keputusan pemerintah," ujar Anggota Komisi I DPR ini.

Baca juga: 6 Pegawai Nonaktif KPK Menolak Ikut Diklat Bela Negara

Adapun pemerintah yang berencana membuka PPKM Darurat secara bertahap mulai 26 Juli jika kasus melandai, menurut Sukamta, ini menunjukkan pemerintah saat ini alami kebimbangan antara urusan kesehatan dengan ekonomi. Menurutnya berkali-kali pemerintah alami kebimbangan sehingga kebijakan untuk atasi pandemi membingungkan dan tidak bisa berjalan efektif.

"Semestinya pemerintah punya prinsip urusan nyawa didahulukan, kesampingkan dulu kepentingan ekonomi. Saat ini sudah lebih dari 76 ribu anak bangsa yang meninggal karena covid, setiap hari dilaporkan lebih dari 1.000 kematian. Sementara juga terdapat laporan ratusan yang meninggal saat isolasi mandiri. Kondisi ini sangat memprihatinkan Pak Presiden, jangan sampai pemerintah kembali bimbang yang risikonya semakin banyak kematian," tandasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
4 Dokter Muda Meninggal,...
4 Dokter Muda Meninggal, Legislator PKS Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Internship
Legislator PKS Tegaskan...
Legislator PKS Tegaskan Pelarangan Penggunaan Jilbab Pegawai Rumah Sakit Langgar HAM
Anis Byarwati: Idulfitri...
Anis Byarwati: Idulfitri 1447 Hijriah Momentum Perkuat Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga
Legislator PKS Dorong...
Legislator PKS Dorong Roadmap Beasiswa Nasional untuk Tingkatkan Angka Partisipasi Kuliah
Pejabat Publik PKS Harus...
Pejabat Publik PKS Harus Bersih, Peduli, Profesional, dan Negarawan
Anis Byarwati Beri Bantuan...
Anis Byarwati Beri Bantuan Meja dan Kursi Posyandu Lansia dan Balita RW 03 Batu Ampar
Anak Maman Suherman...
Anak Maman Suherman PKS Jadi Korban Pembunuhan, Penegak Hukum Didesak Usut Tuntas
Revitalisasi SMPN 20...
Revitalisasi SMPN 20 Diyakini Selesai Tepat Waktu, Legislator Tangsel Berikan Apresiasi
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Penyebab dan Gejala...
Penyebab dan Gejala Kolesterol Tinggi yang Perlu Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved