Mengharukan, Perwira Kopassus Ini Gugur Setelah Kibarkan Merah Putih
Rabu, 21 Juli 2021 - 05:40 WIB
loading...
Perwira Kopassus Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Atang Sutresna. Foto/Wikipedia
A
A
A
JAKARTA - “Lebih Baik Pulang Nama daripada Gagal dalam Tugas”
Bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), moto di atas tentu sudah tidak asing lagi dan bahkan terpatri kuat dalam benak setiap anggota pasukan elite TNI AD tersebut. Hal itulah yang membuat prajurit Kopassus selalu menyisakan kisah-kisah heroik dalam setiap penugasannya di medan operasi. Salah satunya Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Atang Sutresna.
Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat 22 Agustus 1943 ini gugur ditembak pasukan Fretilin sesaat setelah mengibarkan Bendera Merah Putih di Kantor Gubernur Timor Portugis di Dili, Timor Leste dalam Operasi Seroja pada 7 Desember 1975.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari buku “Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen” dan Wikipedia, abituren Akademi Militer Nasional (AMN) 1965 yang kini bernama Akademi Militer (Akmil) harus kehilangan nyawanya saat kontak tembak merebut Kota Dili dari tangan Fretilin. Baca juga: Jenderal Kopassus Merayap Sejauh 4,5 Km di Hutan Kalimantan Demi Bekuk Pentolan Komunis
Saat itu, Atang yang masih berpangkat Mayor diterjunkan bersama 35 prajurit Yonif Linud 501 Kostrad. Bersama 19 prajurit Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus, Mayor Atang ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis. Di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.
Bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), moto di atas tentu sudah tidak asing lagi dan bahkan terpatri kuat dalam benak setiap anggota pasukan elite TNI AD tersebut. Hal itulah yang membuat prajurit Kopassus selalu menyisakan kisah-kisah heroik dalam setiap penugasannya di medan operasi. Salah satunya Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Atang Sutresna.
Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat 22 Agustus 1943 ini gugur ditembak pasukan Fretilin sesaat setelah mengibarkan Bendera Merah Putih di Kantor Gubernur Timor Portugis di Dili, Timor Leste dalam Operasi Seroja pada 7 Desember 1975.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari buku “Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen” dan Wikipedia, abituren Akademi Militer Nasional (AMN) 1965 yang kini bernama Akademi Militer (Akmil) harus kehilangan nyawanya saat kontak tembak merebut Kota Dili dari tangan Fretilin. Baca juga: Jenderal Kopassus Merayap Sejauh 4,5 Km di Hutan Kalimantan Demi Bekuk Pentolan Komunis
Saat itu, Atang yang masih berpangkat Mayor diterjunkan bersama 35 prajurit Yonif Linud 501 Kostrad. Bersama 19 prajurit Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus, Mayor Atang ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis. Di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.
Lihat Juga :