LSI: 1,5 Tahun Pandemi, Masih Banyak Masyarakat Tak Takut Tertular Corona
Minggu, 18 Juli 2021 - 14:52 WIB
loading...
Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak khawatir, bahwa mereka dapat tertular dari virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan, masih banyak masyarakat yang tidak khawatir bahwa mereka dapat tertular virus Corona (Covid-19), padahal pandemi ini sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun di Tanah Air.
Baca juga: Corona Masih Mengancam, Berikut 4 Tips WFH Supaya Tetap Produktif
Hal ini terpotret dalam rilis survei nasional yang bertajuk 'Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah'.
Baca juga: 3 Herbal Perkuat Daya Tahan Tubuh Selama Isolasi Mandiri Lawan Corona
"Secara umum pengetahuan tentang covid ini mayoritas merasa mengetahui, 66,5%, tahu sedikit 33-an %. Masyarakat merasa pengetahuannya meningkat dari survei Desember 2020 sampai Juni 2021,”
kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei secara daring, Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Hari Pertama PPKM Mikro, Kasus Baru Corona di Jayapura Bertambah 71 Orang
Kemudian, Djayadi melanjutkan, hampir semua masyarakat menganggap virus Corona sangat mengancan kehidupan masyarakat, baik dari sudut pandang ekonomi maupun sudut pandang kesehatan.
Namun, bicara kemungkinan tertular Covid, masyarakat Indonesia agak terbelah, masih banyak yang merasa bahwa mereka memiliki peluang yang kecil untuk tertular Covid-19 atau sebesar 33,6%, sementara 40,5% yang merasa sangat khawatir tertular Corona.
"Ini menarik dicermati, karena pandemi sudah 1,5 tahun lebih tapi masih banyak yang merasa kecil kemungkinan tertular Covid. apakah ini terkait dengan kepatuhan masyarakat atay kemauan masyarakat mematuhi prokes atau kebijakan-kebijakan Covid-19," ujarnya.
Secara ekonomi, sambung Djayadi, mayoritas masyarakat sepakat 79,9% dampak ekonomi dari wabah ini cukup besar, hanya sedikit yang merasa bahwa pandemi ini tidak berdampak secara ekonomi.
Diketahui, survei ini dilakukan dengan telepon pada 20-25 Juni dengan basis respondennya yang terpilih secara acak berdasarkan survei LSI selama 3 tahun terakhir. Ada 7.477 yang berhasil telepon, ada 1.200
responden yang berhasil diwawancarai.
Secara umum sampel ini menggambarkan karakteristik secara nasional. Survei ini memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
Baca juga: Corona Masih Mengancam, Berikut 4 Tips WFH Supaya Tetap Produktif
Hal ini terpotret dalam rilis survei nasional yang bertajuk 'Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah'.
Baca juga: 3 Herbal Perkuat Daya Tahan Tubuh Selama Isolasi Mandiri Lawan Corona
"Secara umum pengetahuan tentang covid ini mayoritas merasa mengetahui, 66,5%, tahu sedikit 33-an %. Masyarakat merasa pengetahuannya meningkat dari survei Desember 2020 sampai Juni 2021,”
kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei secara daring, Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Hari Pertama PPKM Mikro, Kasus Baru Corona di Jayapura Bertambah 71 Orang
Kemudian, Djayadi melanjutkan, hampir semua masyarakat menganggap virus Corona sangat mengancan kehidupan masyarakat, baik dari sudut pandang ekonomi maupun sudut pandang kesehatan.
Namun, bicara kemungkinan tertular Covid, masyarakat Indonesia agak terbelah, masih banyak yang merasa bahwa mereka memiliki peluang yang kecil untuk tertular Covid-19 atau sebesar 33,6%, sementara 40,5% yang merasa sangat khawatir tertular Corona.
"Ini menarik dicermati, karena pandemi sudah 1,5 tahun lebih tapi masih banyak yang merasa kecil kemungkinan tertular Covid. apakah ini terkait dengan kepatuhan masyarakat atay kemauan masyarakat mematuhi prokes atau kebijakan-kebijakan Covid-19," ujarnya.
Secara ekonomi, sambung Djayadi, mayoritas masyarakat sepakat 79,9% dampak ekonomi dari wabah ini cukup besar, hanya sedikit yang merasa bahwa pandemi ini tidak berdampak secara ekonomi.
Diketahui, survei ini dilakukan dengan telepon pada 20-25 Juni dengan basis respondennya yang terpilih secara acak berdasarkan survei LSI selama 3 tahun terakhir. Ada 7.477 yang berhasil telepon, ada 1.200
responden yang berhasil diwawancarai.
Secara umum sampel ini menggambarkan karakteristik secara nasional. Survei ini memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
(maf)
Lihat Juga :